Peningkatan industri pupuk dunia berimplikasi pada peningkatan jumlah industri amonia. Amonia memegang peranan penting pada proses produksi pupuk dalam hal penyediaan nitrogen. Proses pembuatan amonia melibatkan bahan baku berupa gas alam yang bersifat flammable dengan temperatur dan tekanan yang tinggi dalam setiap tahapan prosesnya. Reformer (primary dan secondary) merupakan unit proses produksi amonia dengan temperatur dan tekanan paling tinggi serta paling berisiko mengalami kegagalan yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran/ledakan. Reformer berperan sebagai salah satu tahapan pemurnian gas alam untuk mendapatkan hidrogen. Tangki ammonia juga memiliki risiko ledakan dan melepaskan ammonia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Identifikasi bahaya pada unit reformer dan tangki ammonia dilakukan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysisi (FTA). Hasil analisis FTA menghasilkan bahwa sumber bahaya dari ledakan reformer dan tangki ammonia dapat ditinjau dari faktor teknis dan faktor non teknis. Hasil analisis menggunakan risiko menggunakan Dow’s Fire & Explosion Index (DFEI) menghasilkan radius terjauh dampak ledakan/kebakaran pada unit reformer adalah 51 meter (primary reformer) dan 74 meter (secondary reformer). Nilai kerugian finansial mencapai US$ 23.640.285 (primary reformer) dan US$ 11.649.269 (secondary reformer). Metode DFEI juga diterapkan pada tangki ammonia dan menghasilkan radius dampak ledakan terbesar 10 meter dengan kerugian finansial US$ 180.959 Radius area toksik dihitung dengan menggunakan software ALOHA dan didapatkan nilai maksimum untuk untuk tangki ammonia 3700 m.
Perpustakaan Digital ITB