Abstrak - Sevilla Rahmathya Hasan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Badai geomagnetik merupakan gangguan global pada medan magnet Bumi
yang dipicu oleh interaksi angin surya dengan magnetosfer dan diketahui menunjukkan
pola musiman berupa peningkatan aktivitas pada periode ekuinoks
(Maret dan September). Salah satu mekanisme yang menjelaskan pola ini adalah
efek Russell-McPherron (R-M), yaitu efek geometris akibat transformasi
koordinat GSE ke GSM yang menyebabkan komponen By medan magnet antarplanet
(IMF) terproyeksi menjadi komponen Bz southward.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kejadian badai geomagnetik,
menganalisis perbedaan pola musiman pada fase minimum dan
maksimum siklus Matahari, serta mengevaluasi kontribusi efek R-M pada periode
2008–2025 menggunakan data OMNIWeb NASA resolusi per jam. Identifikasi
badai dilakukan dengan kriteria Dst ? ?50 nT, menghasilkan 515
kejadian badai yang didominasi kategori Moderate (89.71%). Analisis korelasi
menunjukkan Kp memiliki keterkaitan paling kuat dengan Dst (r = ?0.52),
sedangkan clock angle dan cone angle hampir tidak berkorelasi linear dengan
intensitas badai.
Proporsi kejadian badai pada bulan ekuinoks terhadap total kejadian per
fase menurun konsisten seiring meningkatnya aktivitas Matahari, dari 46.15%
pada fase minimum hingga 23.19% pada fase maksimum. Evaluasi lebih lanjut
menunjukkan bahwa efek R-M tidak termanifestasi sebagai IMF Bz yang
selalu lebih negatif pada ekuinoks, melainkan sebagai peningkatan efektivitas
orientasi IMF dalam menghasilkan komponen southward sehingga menurunkan
ambang batas terjadinya badai periode tersebut. Kontribusi efek ini terbukti
jauh lebih besar pada fase minimum dibandingkan fase maksimum, karena
pada fase maksimum, badai dapat dipicu sepanjang tahun oleh sumber lain
seperti CME yang sering kali sudah membawa komponen Bz southward yang
kuat tanpa bergantung pada geometri musiman.
Perpustakaan Digital ITB