Indonesia memiliki kondisi geologis yang dinamis sehingga masyarakat perlu
hidup berdampingan dengan risiko gempa bumi. Kondisi ini relevan di Lembang,
Jawa Barat, yang berada di sekitar Sesar Lembang dan memerlukan edukasi risiko
yang kontekstual serta dekat dengan keseharian anak. Namun, edukasi kebencanaan
di sekolah banyak berlangsung melalui pendekatan hierarkis, dengan anak lebih
sering ditempatkan sebagai penerima informasi daripada sebagai pihak yang ikut
membentuk pemahaman mengenai risiko. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi
ideasi anak dalam edukasi risiko gempa melalui perancangan kolaboratif dengan
pendekatan desain spekulatif, dengan studi kasus di SD Negeri 1 Langensari,
Lembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dan penelitian
berbasis desain. Tahap pra-perancangan dilakukan melalui pengumpulan
pengetahuan awal dan etnografi terfokus, kemudian dilanjutkan dengan lokakarya
generatif bersama 20 anak kelas 4, 5, dan 6 menggunakan perangkat bantu “Bila
Ada Gempa”. Hasil lokakarya menunjukkan bahwa anak menerjemahkan
pengetahuan mengenai gempa melalui pengalaman dan cara pandang mereka.
Ideasi yang dihasilkan memuat pengetahuan situasional dan imajinatif mengenai
ruang sekolah, benda sekitar, relasi sosial, rasa takut, tindakan perlindungan, serta
kemungkinan lingkungan sekolah yang lebih aman. Hasil lokakarya dan evaluasi
digunakan untuk menyempurnakan perangkat bantu serta mengembangkan artefak
spekulatif dan kerangka metode “Bila Ada Gempa” bagi edukasi risiko gempa yang
lebih partisipatif dan kontekstual.
Perpustakaan Digital ITB