Baterai ion litium merupakan teknologi penyimpanan energi yang banyak
digunakan pada perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan sistem
penyimpanan energi skala besar. Salah satu material katode yang menjanjikan
untuk aplikasi baterai ion litium generasi berikutnya adalah LiNi0,5Mn1,5O4
(LNMO) karena memiliki tegangan operasi tinggi (~4,7 V vs Li/Li?), densitas
energi yang tinggi, struktur spinel tiga dimensi, serta bebas kobalt. Namun, material
LNMO masih menghadapi berbagai tantangan, seperti degradasi struktur, pelarutan
Mn, pembentukan fase impuritas, dan ketidakstabilan antarmuka pada tegangan
tinggi yang dapat menurunkan performa elektrokimia. Salah satu pendekatan yang
berpotensi meningkatkan stabilitas LNMO adalah melalui rekayasa mikrostruktur.
Meskipun demikian, kajian mengenai pengaruh heating rate terhadap evolusi
mikrostruktur LNMO yang disintesis melalui metode kopresipitasi serta
keterkaitannya dengan performa elektrokimia masih relatif terbatas. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh variasi heating rate
selama proses kalsinasi terhadap mikrostruktur dan performa elektrokimia LNMO
yang disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Material LNMO disintesis
menggunakan metode kopresipitasi yang diikuti proses kalsinasi dengan variasi
heating rate sebesar 4 °C/min, 7 °C/min, dan 10 °C/min. Karakterisasi struktur
kristal dilakukan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) yang dilengkapi analisis
Rietveld refinement, sedangkan morfologi partikel diamati menggunakan Scanning
Electron Microscopy (SEM). Evaluasi performa elektrokimia dilakukan melalui
pengujian Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), charge-discharge, dan
stabilitas siklus menggunakan konfigurasi half-cell (LNMO || Li). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh sampel berhasil membentuk fase spinel LNMO.
Peningkatan heating rate (HR) menyebabkan peningkatan fraksi fase impuritas
Na0,67Ni0,33Mn0,67O2 dan penurunan kristalinitas material. Sampel LNMO HR 4
menunjukkan karakteristik mikrostruktur terbaik dengan kandungan fase impuritas
paling rendah, morfologi truncated octahedral yang lebih homogen, permukaan
partikel yang lebih halus, serta jumlah partikel sekunder yang lebih sedikit
dibandingkan sampel lainnya. Hasil pengujian charge-discharge menunjukkan
bahwa LNMO HR 4 memiliki kapasitas spesifik discharge sebesar 125,04 mAh g?¹ dan coulombic efficiency sebesar 92,52%. Sementara itu, pengujian EIS
menunjukkan bahwa LNMO HR 7 memiliki hambatan transfer muatan (charge
transfer resistance, Rct) terendah sebesar 103,4 ?, diikuti oleh LNMO HR 4
sebesar 118,5 ? dan LNMO HR 10 sebesar 124,2 ?. Hasil ini menunjukkan bahwa
hambatan transfer muatan yang rendah tidak selalu berkorelasi secara langsung
dengan performa elektrokimia secara keseluruhan, karena kinerja LNMO juga
dipengaruhi oleh karakteristik mikrostruktur yang terbentuk. Kondisi tersebut
mengindikasikan bahwa hubungan antara mikrostruktur dan performa elektrokimia
bersifat kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan satu parameter
elektrokimia. Interaksi antara struktur kristal, morfologi partikel, fase impuritas,
dan karakteristik antarmuka elektrode-elektrolit perlu dipertimbangkan secara
simultan untuk memahami mekanisme yang mendasari peningkatan maupun
penurunan kinerja material LNMO. Pengujian stabilitas siklus selama 300 siklus
pada densitas arus 1 C menunjukkan bahwa LNMO HR 4 memiliki stabilitas siklus
terbaik dengan capacity retention sebesar 94,23%. Secara keseluruhan, hasil
penelitian mengonfirmasi bahwa variasi heating rate merupakan parameter sintesis
yang berperan dalam mengendalikan evolusi mikrostruktur LNMO, yang
selanjutnya memengaruhi karakteristik transfer muatan, kapasitas spesifik, dan
stabilitas siklus material. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
performa elektrokimia LNMO tidak ditentukan oleh satu parameter tunggal,
melainkan merupakan hasil interaksi antara kristalinitas, homogenitas morfologi,
keberadaan fase impuritas, dan karakteristik transfer muatan yang terbentuk selama
proses sintesis. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa pemahaman
mengenai peran heating rate dalam mengendalikan evolusi mikrostruktur serta
keterkaitannya dengan performa elektrokimia LNMO yang disintesis melalui
metode kopresipitasi, sehingga optimasi mikrostruktur melalui kontrol heating rate
dapat menjadi salah satu strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan performa
dan kestabilan material katode LNMO sebagai kandidat material katode baterai ion
litium bertegangan tinggi.
Perpustakaan Digital ITB