Airtanah memegang peranan penting dalam sistem hidrologi, khususnya pada kawasan pertambangan terbuka yang rentan mengalami perubahan kondisi hidrogeologi akibat aktivitas penambangan. Salah satu permasalahan yang umum dijumpai adalah munculnya rembesan air (seepage) pada tubuh timbunan dan lereng disposal, yang berpotensi meningkatkan tekanan pori, menurunkan stabilitas lereng, serta menjadi jalur transport kontaminan. Penelitian ini dilakukan di area disposal PT. XYZ, Sulawesi Utara, yang mengalami rembesan air dengan debit fluktuatif hingga ±8 L/s saat curah hujan tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan mekanisme rembesan air serta mengevaluasi efektivitas sistem drainase horizontal dalam mengendalikan muka airtanah. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrogeokimia (IC dan ICP-MS), isotop stabil ?²H–?¹?O dan ?¹³C, serta pemodelan hidrogeologi dan transport kontaminan menggunakan Visual MODFLOW. Hasil analisis menunjukkan dua fasies air utama, yaitu Ca–SO? pada rembesan dan Ca–HCO? pada air alami. Analisis isotop mengindikasikan bahwa rembesan merupakan hasil pencampuran antara aliran Primary Underdrain dan air Sediment Pond yang terinfiltrasi, tanpa indikasi kebocoran dari fasilitas heap leach pad. Pemodelan menunjukkan muka airtanah berada di atas permukaan topografi, dan penerapan drainase horizontal efektif menurunkan muka airtanah sebesar 5–15 m dalam satu tahun. Simulasi transport sulfat menunjukkan tidak adanya potensi pencemaran airtanah yang signifikan.
Perpustakaan Digital ITB