Sesar Lawanopo yang merupakan salah satu sesar utama di lengan tenggara Sulawesi diinterpretasikan sebagai batas antara dua kelompok batuan yang berbeda afinitasnya, yaitu afinitas kerak benua asal Australia yang diwakili oleh runtunan batuan sedimen berumur Trias dan afinitas kerak samudra yang diwakili oleh dismembered ophiolite berumur Kapur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tatanan geologi daerah batas tersebut dengan metode pemetaan pada skala 1:25.000.
Berdasarkan analisis topografi, citra SRTM, dan kondisi lapangan, terdapat empat satuan geomorfologi pada daerah penelitian, yaitu Satuan Dataran Aluvial, Satuan Perbukitan
Lipatan, Satuan Punggungan Homoklin, dan Satuan Pegunungan Kompleks. Tahapan geomorfik daerah penelitian termasuk kategori muda-dewasa. Berdasarkan persebarannya di lapangan, stratigrafi daerah penelitian terdiri atas batuan dasar, endapan molasa, dan endapan permukaan. Batuan dasar terdiri atas Satuan Batupasir 1 berumur Trias Tengah-Trias Akhir, Satuan Batugamping berumur Trias Tengah-Trias Akhir, Satuan Batuan Ultramafik berumur Kapur, dan Satuan Rijang-Kalsilutit berumur Kapur Akhir. Endapan molasa terdiri atas Satuan Batupasir 2 dan Satuan Batupasir-Batulempung berumur Miosen Tengah-Pliosen Awal. Sementara itu, endapan permukaan berupa Satuan Endapan Aluvial berumur resen. Struktur geologi utama yang berkembang adalah lipatan menunjam dan sesar mengiri yang memiliki arah relatif barat baratlaut-timur tenggara.
Batupasir daerah penelitian terdiri atas dua jenis, yaitu batupasir berumur Trias Tengah-Trias Akhir dan batupasir berumur Miosen Tengah-Pliosen Awal. Berdasarkan analisis
provenan melalui diagram triangular QFL, keduanya merupakan batupasir dengan tipe recycled orogen. Akan tetapi, berdasarkan komposisi butirannya, kedua batupasir tersebut memiliki sumber yang berbeda. Batupasir yang lebih tua utamanya berasal dari batuan metamorf berderajat rendah-sedang sedangkan batupasir yang lebih muda utamanya
berasal dari batuan sedimen dan batuan ultramafik.
Perpustakaan Digital ITB