digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fahri Seva Nugraha
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Barunang, Kalimantan Tengah, merupakan salah satu wilayah di Cekungan Barito yang memiliki potensi sumber daya batubara dengan keberadaan tubuh intrusi magmatik yang memotong lapisan batubara. Kehadiran intrusi tersebut diduga dapat memengaruhi karakteristik batubara melalui proses pemanasan kontak, namun besarnya pengaruh tersebut masih perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi dan hubungan antara sebaran batubara dengan tubuh intrusi magmatik, mengevaluasi pengaruh intrusi terhadap karakteristik batubara, serta mengestimasi sumber daya batubara di daerah penelitian. Penelitian dilakukan melalui pemetaan geologi permukaan, analisis petrografi batuan, analisis petrografi organik, analisis proksimat, nilai kalor (calorific value), Crucible Swelling Number (CSN), reflektansi vitrinit, serta pemodelan geologi dan estimasi sumber daya menggunakan metode poligon berdasarkan SNI 5015:2019. Data yang digunakan meliputi data singkapan, data pemboran, analisis laboratorium terhadap 28 sampel batubara, serta data geologi regional. Analisis dilakukan secara deskriptif, spasial menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW), analisis hubungan karakteristik batubara terhadap jarak dari intrusi, serta perbandingan antara nilai reflektansi vitrinit hasil pengukuran dengan estimasi reflektansi berdasarkan paleotemperatur regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas satuan sekis, satuan batupasir pembawa batubara, dan satuan intrusi andesit. Struktur geologi berupa sesar berarah utara–selatan dan barat daya–timur laut diinterpretasikan sebagai jalur naiknya magma dan sirkulasi fluida hidrotermal. Batubara di daerah penelitian secara umum termasuk peringkat high volatile A bituminous. Analisis menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai kalor, volatile matter, dan CSN serta penurunan kadar abu pada lokasi yang berdekatan dengan intrusi. Namun demikian, hasil reflektansi vitrinit menunjukkan nilai yang masih sebanding dengan estimasi reflektansi berdasarkan paleotemperatur regional, sehingga mengindikasikan bahwa pengaruh termal intrusi bersifat lokal sekitar puluhan meter dari intrusi dan tidak mengontrol kematangan batubara secara dominan. Estimasi sumber daya batubara menghasilkan total sebesar 8.536.245 ton yang tersebar pada sepuluh lapisan batubara, dengan lapisan G dan lapisan H sebagai lapisan paling prospektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik batubara di daerah Barunang lebih dipengaruhi oleh proses burial dan paleotemperatur regional dibandingkan oleh pemanasan kontak akibat intrusi magmatik.