Perkembangan nanoteknologi mendorong pemanfaatan nanopartikel logam mulia,
seperti nanopartikel emas (AuNP) dan nanopartikel perak (AgNP) untuk aplikasi di
berbagai bidang, seperti kesehatan, industri, pangan, dan lingkungan. Salah satu
aplikasi yang banyak memanfaatkan nanopartikel logam adalah biosensor dengan
adanya fenomena Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) dari nanopartikel
logam tersebut yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitar
permukaan nanopartikel. Dalam penerapannya, nanopartikel logam sebagai probe
biosensor memerlukan stabilitas koloid yang baik serta kemampuan mengenali
analit target secara spesifik. Oleh karena itu, diperlukan molekul organik pada
permukaan nanopartikel (material selubung) yang berfungsi sebagai pelindung core
logam dari agregasi dan juga sebagai media penghubung dengan material lain.
Dalam aplikasinya pada biosensor plasmonik, material selubung berperan sebagai
lapisan antarmuka yang memfasilitasi fungsionalisasi permukaan nanopartikel
logam dengan biomolekul pengenal sehingga nanopartikel dapat mengenali
biomolekul target melalui interaksi yang spesifik. Salah satu agen penyelubung
(capping agent) yang banyak digunakan pada nanopartikel emas dan perak untuk
aplikasi biosensor plasmonik adalah citrate karena preparasinya relatif sederhana
dan mudah berinteraksi dengan biomolekul. Namun, hingga saat ini kajian terkait
interaksi citrate dengan logam core emas maupun perak belum banyak dibahas
secara detail.
Pada penelitian ini dilakukan kajian secara eksperimen mengenai pemanfaatan
AuNP dan AgNP yang diselubungi oleh citrate (Au-CA dan Ag-CA) pada aplikasi
biosensor plasmonik, serta melakukan optimasi konsentrasi dalam uji kolorimetri
berbasis sistem biocytin-streptavidin. Biocytin berperan sebagai molekul pengenal
(bioreceptor), sedangkan streptavidin digunakan sebagai analit target yang memicu
interaksi spesifik biocytin-streptavidin. Au-CA dan Ag-CA disintesis menggunakan
metode reduksi kimia, kemudian dilakukan purifikasi menggunakan metode
sentrifugasi untuk menghilangkan kelebihan material organik selubung (citrate)
dan ion logam yang tidak bereaksi selama sintesis. Tahapan berikutnya adalah
fungsionalisasi permukaan Au-CA dan Ag-CA menggunakan biocytin dan
dilakukan uji kolorimetri dengan memvariasikan konsentrasi streptavidin pada rentang 25-700 nM untuk menentukan kondisi optimum respons biosensor
berdasarkan pergeseran spektrum absorbansi UV-Vis dan perubahan warna larutan
secara visual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Au-CA fraksi bottom memiliki karakteristik
optik dan morfologi yang baik, ditandai oleh puncak plasmonik pada 520 nm,
larutan berwarna merah anggur (red wine) dan nanopartikel berbentuk sferis dengan
diameter rata-rata 15,78 nm. Ag-CA fraksi bottom memiliki puncak plasmonik pada
434 nm, berwarna kuning kecokelatan, dan nanopartikel berbentuk sferis dengan
diameter rata-rata 5,72 nm yang disertai agregasi. Sementara itu, Ag-CA fraksi top
memiliki puncak plasmonik pada 422 nm, berwarna kuning pucat, dan nanopartikel
berbentuk sferis dengan diameter rata-rata 2,72 nm tanpa agregasi yang signifikan,
dan hal ini menunjukkan karakteristik optik serta morfologi yang lebih baik
dibandingkan fraksi bottom. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya pergeseran
pita vibrasi gugus karboksilat (–COO?) dari citrate pada Au-CA dan Ag-CA, yang
menandakan keberhasilan adsorpsi citrate pada permukaan AuNP dan AgNP. Uji
kolorimetri menunjukkan bahwa Au-CA memberikan respons terhadap interaksi
biocytin-streptavidin yang ditandai oleh pergeseran puncak plasmonik sebesar 32
nm dan perubahan warna larutan dari merah anggur menjadi ungu, yang
mengindikasikan terjadinya agregasi nanopartikel. Sementara itu, Ag-CA fraksi
bottom dan fraksi top hanya mengalami pergeseran puncak plasmonik sebesar 8 nm
tanpa perubahan warna yang nyata karena konsentrasi nanopartikel yang rendah.
Uji stabilitas selama 7 minggu menunjukkan bahwa Au-CA memiliki stabilitas
koloid yang lebih baik dibandingkan Ag-CA. Meskipun demikian, Ag-CA masih
mampu mempertahankan respons plasmoniknya. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa Au-CA dan Ag-CA berpotensi dikembangkan sebagai probe biosensor
plasmonik berbasis LSPR untuk mendeteksi analit target.
Perpustakaan Digital ITB