digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Sarah Ramadhani Putri
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Studi ini menganalisis stagnasi kinerja SPBU 24.345.135 dalam skema PSO Biosolar di Indonesia, di mana harga yang terregulasi, margin tetap, dan penurunan alokasi sebesar 6,48% pada tahun 2025 meningkatkan risiko perpindahan pelanggan di koridor Trans-Sumatra. Dengan menggunakan bukti kasus campuran (catatan operasional, data regulasi/alokasi, observasi aliran layanan, survei pengemudi N = 243, serta wawancara pemangku kepentingan), studi ini: (1) menyusun STP berbasis kebutuhan untuk pengguna kendaraan berat, (2) mengidentifikasi faktor internal–eksternal yang membentuk layanan non- bahan bakar (NFS), dan (3) merumuskan strategi terintegrasi untuk pertumbuhan dan daya saing NFS. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei pengemudi (N = 243), yang mencakup penilaian kinerja layanan berbasis SERVPERF, evaluasi komparatif terhadap SPBU alternatif, pengukuran kepuasan, serta indikator kebutuhan fasilitas. Klasterisasi K-means berbasis kebutuhan digunakan untuk membentuk segmen dan mengarahkan STP. Bukti kualitatif dari wawancara pengemudi dan internal, disertai observasi lapangan serta pemetaan pesaing, digunakan untuk memvalidasi mekanisme perilaku, menjelaskan pola perpindahan pelanggan, dan mendukung analisis internal–eksternal (sumber daya/kapabilitas, logika penciptaan nilai, serta perumusan berbasis SWOT/TOWS). Dua akar masalah utama teridentifikasi: ketidaksesuaian segmen–layanan (aset stopover belum dioptimalkan untuk pelanggan logistik kendaraan berat yang mencakup 57% basis pelanggan) dan asimetri operasional (kesiapan layanan tidak selaras dengan jendela permintaan kunci, termasuk pukul 03.00–07.00). Preferensi pengemudi mengikuti logika dua tahap: ketersediaan dan stabilitas antrean menentukan apakah pengemudi bertahan; ketika kondisi stabil, persepsi keadilan layanan dan kenyamanan stopover mendorong kunjungan ulang. SPBU diposisikan sebagai Reliable Logistics Stopover Hub dengan strategi diferensiasi terfokus yang dijalankan melalui enam inisiatif bertahap: stabilisasi ketersediaan, pengendalian throughput pada jam puncak, penyesuaian jam operasi, rekonfigurasi fasilitas yang ramah truk, penguatan kontrol kepatuhan dan keadilan layanan, serta pengembangan NFS yang berorientasi pada kebutuhan pengemudi.