digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Prosedur restorasi merupakan tantangan tersendiri, terutama pada gigi pasca perawatan endodontik, sebab gigi tersebut mengalami perubahan struktural dan biologis yang signifikan. Dalam kasus tersebut, keberhasilan jangka panjang restorasi sangat dipengaruhi oleh desain preparasi gigi, terutama desain garis tepi (finishing line). Geometri ini menentukan bagaimana restorasi berinteraksi dengan struktur gigi yang tersisa, yang memengaruhi distribusi stres, adaptasi marginal, dan resistensi terhadap fraktur. Namun demikian, bukti ilmiah yang konsisten untuk menentukan desain garis tepi dan material restorasi yang optimal bagi durabilitas jangka panjang masih terbatas. Restorasi indirek dengan desain shoulder dan chamfer dianalisis melalui pemodelan tiga dimensi pada gigi beserta restorasinya. Permukaan oklusal dari email dan dentin direduksi secara menyeluruh, dengan seluruh tonjolan (cusp) dihilangkan untuk mengakomodasi preparasi restorasi overlay. Dua konfigurasi garis tepi dimodelkan dalam penelitian ini: desain melengkung (chamfer) dengan sudut 135° tanpa sudut tajam, dan desain berpundak (shoulder) dengan sudut 90°. Material restorasi yang digunakan juga bervariasi, yaitu resin komposit packable dan lithium disilikat. Analisis kegagalan kemudian dilakukan untuk menilai distribusi tegangan tarik maksimum (maximum tensile stress), tegangan tarik minimum (minimum tensile stress), serta nilai ikatan pada antarmuka (interface bond) pada model tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa performa biomekanik restorasi dipengaruhi oleh interaksi antara desain garis tepi dan material restorasi. Secara umum, desain garis tepi shoulder menghasilkan distribusi stres yang lebih menguntungkan pada sebagian besar komponen yang dievaluasi. Selain itu, pemilihan material restorasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap struktur gigi di sekitarnya maupun antarmuka ikatan (bonding interface). Pada preparasi shoulder, lithium disilikat menunjukkan performa biomekanik yang lebih baik, sedangkan pada preparasi chamfer, resin komposit packable memberikan hasil yang lebih menguntungkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan material restorasi perlu dipertimbangkan bersama dengan desain garis tepi untuk memperoleh performa biomekanik yang optimal.