digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya geothermal, sekitar 40% sumber panas bumi di dunia berlokasi di Indonesia. Keadaan ini dikarenakan Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi. Panas bumi adalah sumber daya untuk energi listrik yang digunakan di Indonesia, yaitu energi yang dapat diperbaharukan. Keuntungan dari energy panas bumi ini adalah menghasilkan emisi yang rendah dibandingkan dengan tenaga listrik yang lain, secara ekonomi lebih terjangkau dan ramah lingkungan, karena tidak memiliki pembuangan limbah air secara terbuka dan air buangannya dikembalikan pada sumur yang bertujuan untuk mengatur kestability dari tekanan reservoir. Oleh karena itu, energy panas bumi memiliki prospek yang sangat baik dan juga didukung oleh adanya kebijakan mengenai Clean Development Mechanism (CDM). Sumber daya geothermal hanya bisa ditemukan di area-area terbatas, didekat batas lapisan tektonik. PT. Pertamina Geothermal Energy adalah perusahaan yang bergerak diindustri panas burni dan diamanahkan untuk membangun 15 WKP di Indonesia, dalam rangka mendukung kebutuhan nasional akan energi. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dati P.T. Pertamina yang dibentuk sejak 2006. Perusahaan ini dibentuk untuk menangani kegiatan panas bumi, termasuk eksplorasi dan produksi uap serta generasi dari listrik. Sekarang ini, Pertamina Geothermal Energy menghasilkan energi yang setara dengan 291 MW dan berencana untuk menaikkan produksinya menjadi 1044 MW ditahun 2016. Untuk mengetahui bagaimana peran dari PT. Pertamina Geothermal Energy terhadap bisnis panas bumi di Indonesia, dan juga performa keuangan dari perusahaan, serta performa keuangannya dibandingkan dengan perusahaan lokal dan global yang bergerak di bidang paans bumi. Penulis menggunakan beberapa metode dalam melakukan penilaian performa keuangan, yaitu dengan menggunakan trend analisis dengan rasio keuangan, menilai tingkat pertumbuhan, oenilaian BUMN, penilaian menggunakan Moody's untuk perusahaan tambang dan analisis dupont. Setelah menghitung menggunakan semua metode, diindikasikan bahwa PT. Pertamina Geothermal Energy memiliki pertumbuhan yang negatif selama 5 tahun dan memiliki kemampuan yang rendah dalam membayar hutang dan juga belum memaksimalkan kegunaan dalam asset dan modal. Perusahaan ini jugismemiliki perputaran persediaan yang rendah. Dalam penilaian BUMN, dapat diklasifikasi kedalam kategori sehat. Metode yang lain adalah penilaian menggunakan Moody's, metode penilaian ini memiliki beberapa faktor yang dihitung. Dalam analisis DuPont, ROA dan ROE perusahaan ini mengalami penurunan selama 5 tahun tetapi hampir selalu berada di peringkat pertama. Kata kunci: performa keuangan, industry panas bumi, anak perusahaan, tenaga listrik