Komposit polimer berpenguat serat karbon anyaman banyak digunakan pada struktur berlubang, di mana konsentrasi tegangan lokal mempercepat kerusakan lelah. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan numerik untuk laminat CFRP anyaman L-930 pada konfigurasi tarik berlubang. Track A menggunakan kerangka kerusakan progresif Hashin termodifikasi, sedangkan Track B menggunakan formulasi lelah phase-field yang dikembangkan secara mandiri dari Li dkk. (2024).
Kedua implementasi terlebih dahulu diverifikasi terhadap benchmark rujukannya. Track A mereproduksi hasil kupon tarik dan geser serta umur lelah I-beam pada pembebanan lentur empat titik sebelum diterapkan pada tujuh tingkat beban OHT. Track B mereproduksi benchmark statik dan lelah spesimen bertakik tunggal sebelum diterapkan pada masalah OHT nominal yang sama pada beban 36,000 dan 35,000 N. Ketangguhan acuan lelahnya dikalibrasi pada 36,000 N dan dipertahankan pada 35,000 N.
Track A mereproduksi umur I-beam rujukan dengan perbedaan maksimum 2,48% dan menghasilkan hubungan tegangan-umur OHT dengan ????2=0,9966 . Kekuatan statik penampang bruto hasil ekstrapolasi menunjukkan konsistensi internal dengan selisih 0,5%. Track B mereproduksi beban puncak statik dengan perbedaan maksimum 1,44% dan umur benchmark lelah dengan perbedaan maksimum 2,64%. Kedua track melokalisasi peristiwa kerusakan terpilih pada ekuator lubang. Pada 36,000 N, Track A mencapai degradasi lengkap arah 1 pada keluaran tersimpan 2,800 siklus, sedangkan Track B mencapai ?????0,95 pada sekitar 2,805 siklus dan pemisahan ligamen akhir pada 2,982 siklus. Pada 35,000 N, hasil Track B sebesar 3,073 siklus berada dalam interval Track A sebesar 2,800????????4,600 . Kedua pendekatan memberikan informasi yang saling melengkapi, meskipun hasil OHT phase-field masih bersifat eksploratif dan terkalibrasi sebagian.
Perpustakaan Digital ITB