digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Komposit polimer berpenguat serat karbon anyaman banyak digunakan pada struktur berlubang, di mana konsentrasi tegangan lokal mempercepat kerusakan lelah. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan numerik untuk laminat CFRP anyaman L-930 pada konfigurasi tarik berlubang. Track A menggunakan kerangka kerusakan progresif Hashin termodifikasi, sedangkan Track B menggunakan formulasi lelah phase-field yang dikembangkan secara mandiri dari Li dkk. (2024). Kedua implementasi terlebih dahulu diverifikasi terhadap benchmark rujukannya. Track A mereproduksi hasil kupon tarik dan geser serta umur lelah I-beam pada pembebanan lentur empat titik sebelum diterapkan pada tujuh tingkat beban OHT. Track B mereproduksi benchmark statik dan lelah spesimen bertakik tunggal sebelum diterapkan pada masalah OHT nominal yang sama pada beban 36,000 dan 35,000 N. Ketangguhan acuan lelahnya dikalibrasi pada 36,000 N dan dipertahankan pada 35,000 N. Track A mereproduksi umur I-beam rujukan dengan perbedaan maksimum 2,48% dan menghasilkan hubungan tegangan-umur OHT dengan ????2=0,9966 . Kekuatan statik penampang bruto hasil ekstrapolasi menunjukkan konsistensi internal dengan selisih 0,5%. Track B mereproduksi beban puncak statik dengan perbedaan maksimum 1,44% dan umur benchmark lelah dengan perbedaan maksimum 2,64%. Kedua track melokalisasi peristiwa kerusakan terpilih pada ekuator lubang. Pada 36,000 N, Track A mencapai degradasi lengkap arah 1 pada keluaran tersimpan 2,800 siklus, sedangkan Track B mencapai ?????0,95 pada sekitar 2,805 siklus dan pemisahan ligamen akhir pada 2,982 siklus. Pada 35,000 N, hasil Track B sebesar 3,073 siklus berada dalam interval Track A sebesar 2,800