Figur Hawa (Eve) dalam tradisi Kristen Barat selama berabad-abad dikonstruksi
sebagai penyebab Kejatuhan Manusia (The Fall), sehingga melahirkan stigma yang
mengaitkan perempuan dengan dosa, kelemahan moral, dan ketidakrasionalan.
Penafsiran tersebut berkembang melalui struktur patriarki dan turut memengaruhi
representasi perempuan dalam budaya maupun seni. Penelitian ini berupaya
mereinterpretasi figur Hawa melalui perspektif ekofeminisme sebagai simbol
kesadaran, keberanian, dan rekonsiliasi antara perempuan dan alam.
Penelitian ini bertujuan untuk mereinterpretasi figur Hawa dari simbol kejatuhan
menjadi simbol rekonsiliasi melalui pendekatan ekofeminisme, serta
mengimplementasikan nilai-nilai rekonsiliasi antara perempuan, alam, dan
spiritualitas ke dalam karya kriya tekstil kontemporer. Selain itu, penelitian ini juga
mengeksplorasi penerapan teknik fabric embellishing sebagai media ekspresi visual
dan material dalam perancangan sekat ruang, sehingga mampu memperkuat
penyampaian makna simbolik melalui perpaduan ilustrasi, tekstur, dan material.
Metode yang digunakan adalah Practice-Based Research (PBR) dengan
pendekatan kualitatif artistik. Proses penelitian dilakukan melalui studi literatur,
analisis karya seni yang relevan, wawancara dengan narasumber ahli di bidang
kajian gender untuk memperkuat landasan konseptual, serta eksplorasi material dan
proses penciptaan karya sebagai media utama dalam pertanyaan penelitian.
Hasil kajian tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam ilustrasi naratif yang
diwujudkan melalui teknik digital textile printing sebagai visual dasar, kemudian
diperkaya menggunakan bordir mesin manual, appliqué, embellishment, dan puff
paint untuk membangun tekstur, dimensi, serta pengalaman visual yang
mendukung makna simbolik karya. Kebaruan penelitian ini terletak pada
reinterpretasi figur Hawa melalui perspektif ekofeminisme yang diwujudkan dalam
medium kriya tekstil fungsional, serta pada penerjemahan konsep rekonsiliasi ke
dalam sistem narasi visual lima panel dan eksplorasi material fabric embellishing
sebagai bahasa simbolik dalam karya sekat ruang kontemporer
Perpustakaan Digital ITB