Superkapasitor menjadi salah satu perangkat dalam sistem energi masa depan
berkat kepadatan daya yang luar biasa, siklus pengisian dan pengosongan yang
cepat, dan umur siklus yang panjang. Pemanfaatan superkapasitor sangat
bergantung pada pengembangan material elektrode yang tidak hanya memiliki
kinerja yang tinggi tetapi juga ekonomis dan mudah diproduksi. Berbagai material
karbon maju seperti CNT, grafena dan karbon aktif telah menunjukkan karakteristik
elektrokimia yang luar biasa. Meskipun demikian, biaya produksi yang tinggi dan
proses sintesis yang rumit telah menjadi hambatan utama pemanfaatan material
tersebut.
Salah satu material yang sangat menjanjikan sebagai elektrode superkapasitor
adalah material karbon berbahan dasar batu bara. Material ini menawarkan
ketersediaan yang melimpah, biaya yang relatif murah dan karakteristik intrinsik
yang menjadikannya prekursor potensial untuk elektrode superkapasitor.
Pemanfaatan batu bara sebagai elektrode superkapasitor berfokus pada metode
aktivasi dan doping heteroatom tetapi kedua proses ini menggunakan banyak zat
kimia dan beberapa tahapan proses yang rumit. Sementara itu, kandungan nitrogen
bawaan (1-2%) dalam batu bara ini memberikan peluang untuk meningkatkan sifat
elektrokimia material karbon tanpa memerlukan tahapan doping tambahan,
sehingga menyederhanakan proses dan mengurangi biaya produksi. Untuk
memaksimalkan kinerja superkapasitor, pengendalian struktur karbon yang
meliputi struktur aromatik dan alifatik serta konfigurasi nitrogen dalam batu bara
menjadi kunci untuk menyeimbangkan transportasi elektron yang efisien,
peningkatan hidrofilisitas, dan kapasitas penyimpanan muatan tambahan.
Namun, hubungan antara evolusi struktur karbon dan transformasi nitrogen bawaan
dalam batu bara selama karbonisasi dan pengaruhnya terhadap sifat elektrokimia
batu bara terkarbonisasi masih belum dipahami secara komprehensif. Berbeda
dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini secara sistematis mengungkap
hubungan struktur dan sifat antara perubahan struktur aromatik dan transformasi
gugus fungsi nitrogen bawaan dalam batu bara selama karbonisasi tanpa aktivasi
maupun doping tambahan yang berpengaruh terhadap sifat elektrokimia.
Dalam penelitian ini, karbonisasi langsung batu bara dilakukan pada suhu 500, 700
dan 900°C tanpa aktivasi kimia maupun doping nitrogen untuk memanfaatkan
nitrogen intrinsik batu bara dalam mengendalikan struktur karbon dan konfigurasi nitrogen. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya menggunakan
aktivasi kimia maupun doping tambahan. Metode ini menawarkan proses yang
lebih sederhana dan efisien dalam menghasilkan elektrode karbon dari batu bara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu karbonisasi secara
signifikan meningkatkan aromatisitas dan mengubah konfigurasi nitrogen dalam
struktur karbon. Konfigurasi nitrogen berubah seiring dengan kenaikan suhu di
mana dominasi struktur nitrogen pirolik terjadi pada suhu 500°C, kemudian pada
suhu 700°C didominasi oleh nitrogen piridinik dan dominasi nitrogen grafitik pada
suhu 900°C. Perubahan konfigurasi nitrogen tersebut berpengaruh secara langsung
terhadap kinerja elektrokimia material. Sampel yang dikarbonisasi pada 700°C
(CBC-700) menunjukkan kapasitansi spesifik tertinggi sebesar 73,6 F/g pada rapat
arus 0,5 A/g yang dikaitkan dengan dominasi nitrogen piridinik. Temuan ini
menunjukkan bahwa karbonisasi batu bara secara langsung berpotensi
menghasilkan batu bara terkarbonisasi sebagai elektrode superkapasitor dengan
performa kapasitif yang kompetitif melalui proses yang lebih sederhana.
Perpustakaan Digital ITB