Sistem Pemantauan Kualitas Air (SPKA) atau Onlimo merupakan sistem pemantauan kualitas air otomatis, kontinu, dan online yang telah dikembangkan di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2015. Sistem ini berperan penting dalam mendukung pengelolaan kualitas air melalui penyediaan data secara real-time. Namun, parameter yang dipantau masih terbatas pada pH, dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS), amonia, dan nitrat, sehingga belum mampu mendeteksi pencemaran logam berat yang merupakan salah satu isu penting pada berbagai badan air. Di sisi lain, kajian mengenai integrasi sensor logam berat ke dalam sistem pemantauan kualitas air online masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem Onlimo di Provinsi Jawa Barat, mengidentifikasi karakteristik logam berat pada berbagai tekanan antropogenik, serta mengembangkan strategi integrasi sensor logam berat ke dalam sistem Onlimo. Evaluasi sistem dilakukan melalui penapisan kondisi operasional stasiun dan pengujian kualitas data menggunakan Gap Test, Null Test, Flatline Test, Extreme Value Test, serta uji konsistensi hubungan BOD–COD pada data periode 2024–2025. Evaluasi juga dilakukan terhadap aspek non-teknis yang meliputi regulasi, kelembagaan, sumber daya manusia, pendanaan, dan tata kelola data. Analisis logam berat dilakukan pada media air dan sedimen melalui pengambilan sampel di tiga wilayah yang merepresentasikan sumber tekanan antropogenik berbeda, yaitu Babelan (aktivitas pembangkit listrik tenaga uap), Cikarang (aktivitas industri), dan Cisarua (aktivitas pertambangan emas). Karakteristik logam berat dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28 stasiun Onlimo yang terpasang di Provinsi Jawa Barat, hanya 10 stasiun (35,7%) yang beroperasi secara andal dan menghasilkan data. Evaluasi menunjukkan bahwa sistem masih menghadapi berbagai permasalahan teknis, seperti kerusakan sensor, gangguan sistem pengambilan sampel, kehilangan data, serta berbagai anomali kualitas data berupa data gap, null value, flatline, extreme value, dan ketidakkonsistenan hubungan teoritis BOD–COD. Selain itu, evaluasi aspek non-teknis menunjukkan bahwa keberlanjutan sistem juga dipengaruhi oleh tantangan pada aspek pemeliharaan, sumber daya manusia, pendanaan, tata kelola data, dan koordinasi kelembagaan. Analisis logam berat menunjukkan adanya heterogenitas spasial yang tinggi sesuai dengan karakteristik sumber pencemar pada masing-masing lokasi penelitian. Hasil korelasi menunjukkan bahwa parameter fisika-kimia yang tersedia pada sistem Onlimo hanya memiliki hubungan yang terbatas dengan sebagian besar logam berat, sehingga belum mampu merepresentasikan kondisi pencemaran logam berat secara komprehensif. Analisis korelasi dan PCA juga menunjukkan bahwa karakteristik logam berat pada media air dan sedimen berbeda, dengan hubungan yang relatif lemah antara kedua media tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengambilan sampel sesaat (grab sampling) pada media air belum tentu mampu merepresentasikan akumulasi logam berat pada sedimen maupun dinamika pencemaran dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini mengembangkan strategi integrasi sensor logam berat yang mengadaptasi framework pemantauan kualitas air yang telah dikemukakan dalam berbagai pedoman dan literatur internasional. Strategi yang diusulkan mencakup identifikasi kebutuhan data, penentuan lokasi prioritas, penentuan logam target, pemilihan teknologi sensor, instalasi dan integrasi sistem, penerapan quality assurance/quality control (QA/QC) dan pemeliharaan, serta pengelolaan data dan sistem peringatan dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sensor logam berat pada sistem Onlimo layak untuk dikembangkan, namun implementasinya perlu didahului oleh penguatan keandalan sistem melalui peningkatan kualitas data, pemeliharaan infrastruktur, serta penguatan aspek nonteknis yang meliputi tata kelola, sumber daya manusia, pendanaan, dan kelembagaan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan strategi integrasi sensor logam berat, tetapi juga memberikan dasar ilmiah melalui evaluasi komprehensif sistem Onlimo, karakterisasi logam berat pada media air dan sedimen, serta penyusunan strategi integrasi sensor logam berat yang mendukung pengembangan sistem pemantauan kualitas air yang lebih andal, adaptif, dan berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB