2017 TA PP MAHDI NURIANTO AHMAD 1.pdf
]
Terbatas Suharsiyah
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Suharsiyah
» Gedung UPT Perpustakaan
Injeksi air sekarang lebih sering digunakan untuk mempertahankan tekanan reservoir demi menjaga kapasitas produksi minyak dan meningkatkan perolehan minyak. Penginjeksian sejumlah besar air, umumnya air terproduksi (brine) yang telah dibersihkan, biasanya mengalami masalah. Masalah yang paling jelas adalah masalah plugging pada sumur injeksi. Hal itu terjadi karena banyak alasan, seperti air yang tidak sesuai dengan formasi atau konsentrasi padatan tinggi. Untuk membuat air terproduksi yang sesuai untuk injeksi air, dibutuhkan water injection plant. Komponen yang diklaim penting adalah media filter. Komponen ini tidak memungkinkan padatan tertentu melewati membran.
Dalam studi ini, dibandingkan antara kinerja sumur injeksi dengan menggunakan dan tanpa menggunakan media filer sebagai bagian injeksi air di lapangan “X” minyak tua di Cekungan Sumatra Selatan, Indonesia. Untuk mengevaluasi kinerjanya, metode Hall Plot digunakan dengan membuat kurva antara tekanan pada waktu tertentu dikalikan dengan volume injeksi kumulatif yang diberikan ke sumur. Pada kondisi normal, plot akan berupa garis lurus. Belokan pada plot menunjukkan perubahan kondisi injeksi. Hall (tahun 1963) mempresentasikan teknik ini untuk menafsirkan data sumur injeksi yang dikumpulkan secara rutin untuk menarik kesimpulan mengenai efek skin dekat sumur bor dan kinerja injeksi rata-rata. Dari data seluruh sumur injeksi air yang disediakan dari lapangan tersebut, ditemukan bahwa 22,2 persen sumur injeksi air yang menggunakan media filter menunjukkan kondisi normal. Di sisi lain, 27,3 persen sumur injeksi air yang tidak menggunakan filter media menunjukkan kondisi normal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan apakah kinerja sumur injeksi air lebih baik dengan media filter atau tidak di lapangan tersebut.
Perpustakaan Digital ITB