Pemilihan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) merupakan tahap penting sebelum suatu metode pengembangan reservoir diterapkan di lapangan. Setiap reservoir memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga metode EOR yang sesuai untuk satu reservoir belum tentu sesuai untuk reservoir lainnya. Oleh karena itu, diperlukan proses screening awal untuk membantu menentukan metode yang paling potensial berdasarkan data reservoir dan fluida. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype sistem screening metode EOR berbasis fuzzy logic menggunakan Microsoft Excel VBA. Sistem ini menggunakan parameter input berupa API gravity, viskositas minyak, porositas, permeabilitas, saturasi minyak, temperatur reservoir, kedalaman reservoir, net thickness, tipe formasi, dan komposisi minyak. Porositas tetap disediakan sebagai input, tetapi pada data uji Field A sampai Field E nilainya tidak tersedia sehingga tidak digunakan dalam perhitungan utama. Metode EOR yang dievaluasi dalam sistem meliputi Misc CO? Injection, In-Situ Combustion, ASP Flooding, Polymer Flooding, Steam Flooding, Immiscible Gas Injection, Misc HC Injection, dan Misc N? Injection. Sistem dikembangkan dalam workbook Microsoft Excel yang terdiri dari beberapa worksheet, yaitu Input_Data, Field Data, Membership Function, Rule Base, Result_Selected, All Fields Result, dan Perbandingan. Proses perhitungan dilakukan dengan mengubah parameter reservoir menjadi nilai kesesuaian menggunakan membership function dan skor kategorikal. Nilai tersebut kemudian diproses melalui rule base IF-THEN dan bobot parameter untuk menghasilkan skor serta ranking metode EOR. Data uji yang digunakan berasal dari paper Ondihon et al. (2021). yang memuat lima field di Indonesia, yaitu Field A, B, C, D, dan E. Hasil sistem dibandingkan dengan hasil manual screening berdasarkan Taber. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan ranking yang secara umum mendekati arah ranking Taber. Field A menghasilkan In-Situ Combustion dan ASP Flooding sebagai dua metode teratas, Field B menghasilkan In-Situ Combustion dan Misc CO? Injection, Field D menghasilkan Misc CO? Injection dan Polymer Flooding, sedangkan Field E menghasilkan Misc CO? Injection dan In-Situ Combustion. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat digunakan sebagai alat bantu screening awal. Namun, sistem ini masih memiliki keterbatasan karena belum memasukkan parameter seperti tekanan reservoir, MMP, salinitas, wettability, heterogenitas reservoir, dan data PVT lengkap. Oleh karena itu, hasil sistem tetap perlu dilanjutkan dengan evaluasi teknis yang lebih rinci sebelum digunakan untuk keputusan lapangan.
Perpustakaan Digital ITB