Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (“ESG” atau “LST”) sebagai standar pengukuran
keberlanjutan suatu perusahaan dan salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan
investasi telah dikenal luas dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, perusahaan publik
wajib menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya dan melaporkannya setiap
tahun melalui Laporan Keberlanjutan. Ketentuan tersebut diamanatkan melalui peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2017 yang mulai diterapkan untuk laporan tahun
2021.
Melihat lebih dari hanya sekadar kewajiban, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
peluang untuk memanfaatkan Inisiatif Keberlanjutan sebagai bagian dari strategi Perusahaan
untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Sebagai studi kasus, analisis berfokus pada perusahaan
publik di Indonesia pada sektor industri tembakau, PT HM Sampoerna Tbk., afiliasi dari
perusahaan tembakau global terkemuka, Philip Morris International. Dalam industri tembakau
yang memiliki aturan ketat dan rawan kontroversi, keberlanjutan dapat menjadi kunci strategi
bisnis berkelanjutan yang terintegrasi di seluruh operasional perusahaan.
Analisis tersebut dilakukan melalui pengukuran strategi keberlanjutan perusahaan dan
pengukuran implementasi serta identifikasi tantangan yang relevan, guna merumuskan strategi
yang tepat untuk mengisi kesenjangan dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Penelitian
ini menggunakan sejumlah teori dan konsep sebagai alat analisis, seperti PESTEL (Politik,
Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Legal), dan SWOT (Kelebihan, Kekurangan,
Peluang, dan Ancaman) untuk melakukan analisis internal dan eksternal, VRIO (Nilai,
Kelangkaan, Peniruan, Organisasi) untuk mengidentifikasi sumber daya internal dan
keunggulan kompetitif, teori Triple Bottom Line, konsep Lima Cara ESG Menciptakan Nilai
dari McKinsey, Pedoman Pelaporan OJK dalam peraturan tersebut di atas untuk menilai
pelaporan dan implementasi, dan Analisis Kesenjangan untuk mengisi ruang perbaikan dengan
strategi yang sesuai sebagai solusi bisnis
Perpustakaan Digital ITB