digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Muthiah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (“ESG” atau “LST”) sebagai standar pengukuran keberlanjutan suatu perusahaan dan salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi telah dikenal luas dalam beberapa tahun terakhir. Di Indonesia, perusahaan publik wajib menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya dan melaporkannya setiap tahun melalui Laporan Keberlanjutan. Ketentuan tersebut diamanatkan melalui peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2017 yang mulai diterapkan untuk laporan tahun 2021. Melihat lebih dari hanya sekadar kewajiban, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang untuk memanfaatkan Inisiatif Keberlanjutan sebagai bagian dari strategi Perusahaan untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Sebagai studi kasus, analisis berfokus pada perusahaan publik di Indonesia pada sektor industri tembakau, PT HM Sampoerna Tbk., afiliasi dari perusahaan tembakau global terkemuka, Philip Morris International. Dalam industri tembakau yang memiliki aturan ketat dan rawan kontroversi, keberlanjutan dapat menjadi kunci strategi bisnis berkelanjutan yang terintegrasi di seluruh operasional perusahaan. Analisis tersebut dilakukan melalui pengukuran strategi keberlanjutan perusahaan dan pengukuran implementasi serta identifikasi tantangan yang relevan, guna merumuskan strategi yang tepat untuk mengisi kesenjangan dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Penelitian ini menggunakan sejumlah teori dan konsep sebagai alat analisis, seperti PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Legal), dan SWOT (Kelebihan, Kekurangan, Peluang, dan Ancaman) untuk melakukan analisis internal dan eksternal, VRIO (Nilai, Kelangkaan, Peniruan, Organisasi) untuk mengidentifikasi sumber daya internal dan keunggulan kompetitif, teori Triple Bottom Line, konsep Lima Cara ESG Menciptakan Nilai dari McKinsey, Pedoman Pelaporan OJK dalam peraturan tersebut di atas untuk menilai pelaporan dan implementasi, dan Analisis Kesenjangan untuk mengisi ruang perbaikan dengan strategi yang sesuai sebagai solusi bisnis