digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2018 PP TESIS RAISA ANJANI.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

COVER RAISSA ANJANI.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

BAB I PENDAHULUAN.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

PUSTAKA RAISSA ANJANI NIM : 25316026
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

BAB III METODOLOGI.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

PUSTAKA RAISSA ANJANI NIM : 25316026
PUBLIC Open In Flipbook Garnida Hikmah Kusumawardana

Pertambangan merupakan salah satu jenis kegiatan dengan risiko kecelakaan yang tinggi baik pada lokasi tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Berbagai faktor penyebab kecelakaan telah ditemukan melalui proses investigasi kecelakaan diantaranya adalah faktor kelelahan pekerja. Kelelahan pekerja dapat diakibatkan oleh faktor lingkungan dan beban kerja sehingga apabila kedua faktor tersebut dapat dikendalikan akan menghasilkan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan mencegah terjadinya kecelakaan. Penelitian ini akan mengevaluasi hubungan antara indeks tekanan panas (Heat Stress Index) mengunakan metode perhitungan humidex dan beban kerja terhadap tingkat kelelahan pekerja penambang di area tambang emas bawah tanah PT. Dwinad Nusa Sejahtera yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan kerja sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengukuran terhadap kondisi lingkungan kerja berupa suhu dan kelembaban relatif untuk mengetahui indeks tekanan panas metode perhitungan humidex, beban kerja dan tingkat kelelahan pekerja penambang. Lingkungan kerja di tambang emas bawah tanah PT. Dwinad Nusa Sejahtera berada pada kondisi yang panas dan lembab. Hasil pengukuran iklim kerja menunjukkan bahwa rata-rata suhu basah yaitu 30,0±1,2oC, rata-rata suhu kering yaitu 31,5±1,0oC, rata-rata suhu bola yaitu 31,3±1,0oC dan rata-rata kelembaban relatif yaitu 91,4±4,8%. Hasil pengukuran indeks tekanan panas menggunakan perhitungan indeks suhu bola basah (ISBB) menunjukkan nilai rata-rata 30,4±1,1oC dan rata-rata humidex yaitu 53,5±2,9. Hasil analisis multivariat terhadap kelelahan pekerja pada seluruh kelompok aktivitas kerja menujukkan bahwa pengaruh variabel humidex lebih besar dibandingkan dengan variabel beban kerja.