digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Membuat desain dan implementasi Performance Measurement System (PMS) untuk penyangga batuan resin bolt merupakan bagian integral dari system manajemen control dari Underground Geotechnical Steering Committee (UGSC) PT. Freeport Indonesia (PTFI). Pada Proyek Akhir ini menampilkan kerangka Balanced Scorecard untuk desain PMS dari sistem penyangga batuan terbaru di Tambang Bawah Tanah yang diantaranya mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan penyangga batuan konvensional sebelumnya. Review secara detail telah dilakukan terkait penyangga batuan konvensional dan beberapa keterbatasan/kelemahannya telah didentifikasi. Beberapa masukan diantaranya dari Tim Perekayasa, Tim Pelaksana dan Pemangku Kepentingan yang mengambil bagian didalam rangkaian proses aktivitas termasuk didalamnya masukan dari eksternal berupa masukan dari pemasok yang berkaitan dengan sistem penyangga batuan resin bolt. Rencana yang tepat dengan memastikan rangkaian proses aktivitas dipersiapkan dengan baik dan implementasi sistem penyangga batuan resin bolt dibutuhkan untuk menciptakan kesuksesan transformasi sistem penyangga batuan dalam rangka mencapai target pencapaian pembangunan terowongan untuk mendukung rencana produksi. Sistem penyangga batuan resin bolt mempunyai produktifitas yang lebih tinggi dan hanya dibutuhkan alokasi sumber daya yang yang lebih rendah untuk mencapai target dibandingkan dengan sistem penyangga batuan konvensional. Walaupun hal ini berati merubah proses bisnis yang telah berlaku di Tambang Bawah Tanah PTFI. Selanjutnya, pendekatan ini dapat membantu Divisi Tambang Bawah Tanah mencapai hasil target instalasi penyangga batuan yang lebih tinggi dikarenakan transisi dari Tambang Terbuka menjadi Tambang Bawah Tanah. Pada Poyek Akhir ini dimaksudkan untuk membuat performance management system melalui pendekatan Balanced Scorecard pada sistem penyangga batuan untuk mencapai target kinerja berupa produktifitas, perkembangan, prediksi dan ketersediaan dengan mempertimbangkan Kesempatan Kehilangan Produksi sebagai bagian dari dampak langsung dari aktifitas instalasi penyangga batuan. Konsep Balanced Scorecard yang diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton (1996) mempunyai empat perspektif: finansial, klien, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan dimana perspektif-perspektif tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain dari perspektif yang paling atas yaitu perspektif finasial sampai kepada perspektif paling bawah yaitu pertumbuhan dan pembelajaran. Konsep BSC menciptakan hubungan antara PTFI dan FCX melalui visi dan misi untuk mengembangkan performance management system yang dapat mengakomodasi pandangan yang komprehensif bagaimana untuk menjalankan bisnis secara efektif dan efisien. Sebagai hasil, Balanced Scorecard performance measurement untuk sistem penyangga batuan dapat memberikan informasi yang jelas bagi pengambil keputusan di dalam PTI dan FCX terkait masa lalu dan saat ini dari kinerja sistem penyangga batuan. PTFI dan FCX melalui UGSC dapat memahami apa saja yang dapat menimbulkan masalah-masalah dan dapat membuat keputusan yang tepat/presisi untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam rangka mencapai visi dan misi-nya. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan performance system khususnya di Tambang Bawah Tanah.