Permintaan global terhadap logam mulia, terus menunjukkan tren yang kuat. Provinsi
Jawa Barat memiliki potensi mineralisasi logam berharga yang berkaitan dengan
aktivitas magmatik-hidrotermal pada Busur Sunda-Banda. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi penerapan beberapa model machine learning dalam pemetaan
prospektivitas mineral berbasis data-driven serta mengidentifikasi faktor geologi
yang mengontrol mineralisasi hidrotermal di Jawa Barat.
Data yang digunakan meliputi peta geologi regional, data geokimia sedimen sungai,
DEMNAS, citra Sentinel-2, data gravitasi WGM2012, serta data keterdapatan Au.
Data tersebut diolah menjadi evidence layer berupa litologi, alterasi hidrotermal,
densitas kelurusan, anomali geokimia Cu-Zn, dan anomali gravitasi residual.
Pemodelan dilakukan menggunakan tiga algoritma supervised machine learning, yaitu
Random Forest, Support Vector Machine, dan XGBoost, dengan rasio pembagian data
training dan validasi sebesar 7:3. Evaluasi model dilakukan menggunakan confusion
matrix, success rate curve, prediction rate curve, dan Prediction–Area curve.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga model menghasilkan
nilai accuracy, precision, recall, dan F1-score sebesar 1,00 pada data pengujian.
Namun, evaluasi lanjutan menunjukkan bahwa Random Forest memiliki performa
terbaik dengan AUC success rate sebesar 0,923, AUC prediction rate sebesar 0,866,
dan rasio P/A sebesar 5,0. Model ini mampu mencakup 83,33% lokasi mineralisasi
pada 16,67% luas wilayah penelitian. Analisis feature importance menunjukkan
bahwa litologi merupakan evidence layer paling berpengaruh terhadap prospektivitas
mineral. Hasil overlay model Random Forest menunjukkan area prospek memiliki
keterkaitan dengan wilayah pertambangan eksisting serta dominan berada pada Area
Penggunaan Lain dan kawasan hutan produksi, sehingga dapat menjadi dasar
penentuan prioritas eksplorasi dengan mempertimbangkan aspek geologi dan tata
ruang.
Perpustakaan Digital ITB