Struktur berpori semakin banyak dikembangkan sebagai solusi rekayasa untuk menghasilkan komponen
dengan kekakuan dan kekuatan yang dapat disesuaikan melalui rekayasa arsitektur internal, tanpa
perlu mengganti material dasamya. Salah satu topologi struktur berpori yang menarik perhatian
adalah sheet-based Gyroid Lattice Structure (GLS) karena sifat mekaniknya yang cenderung isotropik
pada sumbu utamanya serta kemampuannya menyediakan jaringan pori yang saling terhubung. Namun,
kualitas geometri dan sifat mekanik struktur berpori hasil fabrikasi Additive Manufacturing (AM)
sangat dipengaruhi oleh parameter geometri desain maupun parameter proses printing yang digunakan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh empat parameter, yaitu orientasi kisi, densitas
relatif, layer thickness, dan curing time terhadap nilai modulus Young dan ultimate compressive
strength spesimen sheet-based GLS hasil manufaktur Mask Stereolithography (MSLA).
Penelitian dilakukan dengan memanufaktur spesimen sheet-based GLS menggunakan resin fotopolimer
komersial dan printer MSLA Phrozen Sonic Mighty 8K, dengan variasi kombinasi keempat parameter
tersebut. Spesimen kemudian diuji tekan dengan mengacu pada standar ASTM D695 untuk memperoleh
nilai modulus Young dan ultimate compressive strength, yang selanjutnya dianalisis menggunakan
pendekatan model Gibson-Ashby dan membandingkan dengan studi terdahulu guna mengevaluasi hubungan
antara parameter geometri dan parameter printing dengan kedua sifat mekanik tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen GLS bersifat anisotropik pada orientasi kisi non-utama,
dengan modulus Young dan ultimate strength meningkat mengikuti model Gibson-Ashby seiring naiknya
densitas relatif. Kenaikan layer thickness secara konsisten menurunkan kedua sifat mekanik secara
linier, sementara variasi curing time membentuk pola parabolik dengan nilai maksimum pada durasi
120 menit. Ditemukan pula bahwa sensitivitas densitas relatif terhadap kedua sifat mekanik berubah
signifikan seiring lamanya curing time, mengindikasikan adanya interaksi kompleks antara parameter
geometri dan parameter printing dalam menentukan performa mekanik struktur GLS hasil MSLA. Temuan
ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan teknis dalam merancang geometri dan proses
manufaktur struktur berpori untuk aplikasi rekayasa yang membutuhkan sifat mekanik tertentu.
Perpustakaan Digital ITB