Jembatan pada Jalur Lintas Pantai Selatan Jawa yang melintasi Sesar Opak memiliki beban lateral yang didominasi oleh aktivitas seismik signifikan dengan kondisi tanah pasir lepas berpotensi likuifaksi. Penelitian ini meninjau efektifitas dari penggunaan Lead Rubber Bearing (LRB) sebagai sistem isolasi seismik pada jembatan di area tersebut. Efektivitas Lead Rubber Bearing (LRB) dievaluasi melalui Non-Linear Time History Analysis (NLTHA) dengan tujuh pasang rekaman gempa yang telah diskalakan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi sistem isolasi LRB secara signifikan mampu memodifikasi karakteristik dinamik global jembatan. Periode getar fundamental struktur mengalami perpanjangan dari rentang 0,4–0,6 detik pada model konvensional menjadi 1,6–1,7 detik pada model terisolasi. Perpanjangan periode ini berhasil menggeser respons struktur ke wilayah spektrum dengan percepatan rendah, yang berdampak pada reduksi gaya geser dasar (base shear) hingga 54% pada arah memanjang. Lebih lanjut, pada elemen struktur bawah, penggunaan LRB mampu mereduksi momen pilar (pier leg) hingga 62% pada arah melintang dan menekan nilai deformasi pilar hingga kisaran 70% pada mayoritas pilar.
Dalam kondisi tanah terlikuifaksi, sistem LRB terbukti tetap efektif dalam memitigasi peningkatan beban akibat hilangnya dukungan lateral tanah. Evaluasi berdasarkan Performance-Based Seismic Design (PBSD) menunjukkan bahwa sistem isolasi ini mampu meningkatkan level kinerja struktur secara drastis, dari kondisi gagal (melampaui batas Collapse Prevention) pada sistem konvensional, menjadi level Elastic (Immediate Occupancy) pada seluruh pilar jembatan. Efektivitas mekanisme disipasi energi ini terverifikasi melalui kurva histeretik LRB, di mana pelelehan inti timbal (lead core) terbukti mampu menyerap energi seismik secara optimal.
Perpustakaan Digital ITB