Lindi TPA mengandung beban organik dan nitrogen tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan.
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kombinasi tanah, zeolit, dan biochar sebagai media filtrasi
lindi menggunakan tiga lysimeter skala laboratorium: Lysimeter A (kontrol, tanah saja), Lysimeter
B (tanah, zeolit, biochar; debit berkala 5 liter/hari, akumulasi 35 L), dan Lysimeter C (media
identik B; debit berkala 10-30 liter/hari, akumulasi 110 L merepresentasikan musim hujan), dengan
debit dirancang berdasarkan data curah hujan aktual Sumedang. Pengamatan dilakukan selama 30
hari terhadap pH, COD, BOD, TSS, N-total, Hg, dan Cd. Efisiensi penyisihan rata-rata terhadap
kontrol mencapai 51,11% dan 52,86% (COD, BOD) pada Lysimeter B, serta 38,77% dan 35,78%
pada Lysimeter C, dengan efisiensi Hari ke-30 mencapai 78,54% dan 72,44% (B). Penyisihan N-
total mencapai 58,33% (B) dan 27,08% (C), dengan efisiensi Hari ke-30 identik (83,33%).
Kinetika reaksi semu orde-1 menunjukkan Lysimeter B lebih konsisten untuk COD dan BOD
(R2=0,69–0,87) dibandingkan Lysimeter C (R2=0,18–0,22), sedangkan Lysimeter C lebih unggul
untuk N-total (R2=0,89). Perubahan beban menunjukkan Lysimeter C menahan massa polutan
tertinggi akibat volume lebih besar, namun per liter lindi Lysimeter B lebih baik dalam menahan
COD dan BOD (973,60 dan 612,43 mg/L) dibandingkan C (703,87 dan 366,66 mg/L), sedangkan
C lebih efisien untuk N-total (dalam mg NH3-N/L), Hg, dan Cd. Parameter pH, N-total, Hg, dan
Cd pada seluruh lysimeter memenuhi baku mutu Permen LHK No. P.59/2016, sedangkan COD,
BOD, dan TSS belum memenuhi.
Perpustakaan Digital ITB