digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar terbarukan telah mendorong pengembangan katalis heterogen untuk produksi biodiesel yang mampu menyederhanakan proses pemisahan produk serta mengurangi limbah yang berasal dari penggunaan katalis. Penelitian ini mengevaluasi kinerja katalis K?O/?-Al?O? dalam produksi biodiesel dari minyak goreng komersial murni, baik tanpa penambahan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) maupun dengan penambahan PFAD sebesar 5% berat. Katalis dengan target loading K?O sebesar 15 dan 40% berat disiapkan menggunakan metode impregnasi basah dengan kalium nitrat sebagai prekursor, kemudian dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 700°C. Kandungan kalium yang tertahan pada katalis hasil kalsinasi ditentukan menggunakan analisis X-ray fluorescence (XRF). Reaksi transesterifikasi dilakukan menggunakan rasio molar metanol terhadap minyak sebesar 6:1 dan 12:1. Produk biodiesel yang diperoleh kemudian dikarakterisasi berdasarkan angka asam, angka penyabunan, gliserol total, kadar metil ester hasil perhitungan, serta total Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang dihasilkan. Seluruh percobaan tanpa penambahan PFAD berhasil menghasilkan biodiesel yang dapat dipulihkan, dengan kadar metil ester hasil perhitungan berkisar antara 97,5–98,3%. Katalis dengan loading K?O sebesar 40% menghasilkan kadar gliserol total yang lebih rendah dibandingkan katalis 15%, yang menunjukkan konversi gliserida yang lebih efektif, namun juga menghasilkan angka asam yang lebih tinggi. Sebaliknya, penambahan PFAD sebesar 5% menyebabkan kegagalan pemulihan biodiesel pada seluruh kondisi yang diteliti. Pada loading K?O sebesar 15%, terbentuk dua fasa cair yang tetap terpisah dan tidak bereaksi sempurna, sedangkan katalis dengan loading K?O sebesar 40% memicu pembentukan sabun secara ekstensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loading K?O memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keseimbangan antara konversi gliserida, keasaman produk, dan kemudahan pemisahan. Pengolahan bahan baku yang mengandung PFAD secara langsung dalam satu tahap belum dapat dilakukan pada kondisi operasi yang digunakan dalam penelitian ini dan memerlukan tahap praperlakuan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas (free fatty acid, FFA) atau penggunaan sistem katalis yang lebih sesuai.