Meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar terbarukan telah mendorong pengembangan katalis
heterogen untuk produksi biodiesel yang mampu menyederhanakan proses pemisahan produk
serta mengurangi limbah yang berasal dari penggunaan katalis. Penelitian ini mengevaluasi
kinerja katalis K?O/?-Al?O? dalam produksi biodiesel dari minyak goreng komersial murni,
baik tanpa penambahan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) maupun dengan penambahan
PFAD sebesar 5% berat. Katalis dengan target loading K?O sebesar 15 dan 40% berat disiapkan
menggunakan metode impregnasi basah dengan kalium nitrat sebagai prekursor, kemudian
dikeringkan dan dikalsinasi pada suhu 700°C. Kandungan kalium yang tertahan pada katalis
hasil kalsinasi ditentukan menggunakan analisis X-ray fluorescence (XRF). Reaksi
transesterifikasi dilakukan menggunakan rasio molar metanol terhadap minyak sebesar 6:1 dan
12:1. Produk biodiesel yang diperoleh kemudian dikarakterisasi berdasarkan angka asam,
angka penyabunan, gliserol total, kadar metil ester hasil perhitungan, serta total Fatty Acid
Methyl Ester (FAME) yang dihasilkan. Seluruh percobaan tanpa penambahan PFAD berhasil
menghasilkan biodiesel yang dapat dipulihkan, dengan kadar metil ester hasil perhitungan
berkisar antara 97,5–98,3%. Katalis dengan loading K?O sebesar 40% menghasilkan kadar
gliserol total yang lebih rendah dibandingkan katalis 15%, yang menunjukkan konversi
gliserida yang lebih efektif, namun juga menghasilkan angka asam yang lebih tinggi.
Sebaliknya, penambahan PFAD sebesar 5% menyebabkan kegagalan pemulihan biodiesel pada
seluruh kondisi yang diteliti. Pada loading K?O sebesar 15%, terbentuk dua fasa cair yang tetap
terpisah dan tidak bereaksi sempurna, sedangkan katalis dengan loading K?O sebesar 40%
memicu pembentukan sabun secara ekstensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loading
K?O memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keseimbangan antara konversi gliserida,
keasaman produk, dan kemudahan pemisahan. Pengolahan bahan baku yang mengandung
PFAD secara langsung dalam satu tahap belum dapat dilakukan pada kondisi operasi yang
digunakan dalam penelitian ini dan memerlukan tahap praperlakuan untuk menurunkan kadar
asam lemak bebas (free fatty acid, FFA) atau penggunaan sistem katalis yang lebih sesuai.
Perpustakaan Digital ITB