Upaya untuk penyimpanan karbon dengan Carbon Capture and Storage (CCS)
bergantung pada kemampuan caprock yang berfungsi sebagai penghalang utama
yang menjaga CO? agar tetap terperangkap di bawah permukaan. Keberhasilan
sistem CCS sangat ditentukan oleh sifat wettability batuan. Wettability mengontrol
distribusi fluida di dalam pori dan menentukan efektivitas residual trapping
sebagai mekanisme utama penjebakan CO?. Kondisi water-wet pada caprock
shale meningkatkan stabilitas lapisan air di permukaan pori sehingga memperkuat
mekanisme capillary sealing terhadap migrasi CO?. Sebaliknya, kondisi
intermediate-wet dapat melemahkan daya segel dan meningkatkan risiko
kebocoran fluida.
Studi ini bertujuan untuk menyelidiki perubahan wettability pada sistem caprock
shale dalam konteks Carbon Capture and Storage (CCS) melalui variasi salinitas
brine NaCl. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan
eksperimental laboratorium untuk menganalisis perubahan wettability batuan
shale sebagai respons terhadap variasi salinitas brine dan pH yang
merepresentasikan kondisi formasi alami serta pasca-injeksi CO? dalam sistem
Carbon Capture and Storage (CCS) melalui pengendalian parameter utama yaitu
variasi salinitas brine dan pH yang menyerupai kondisi formasi selama pelarutan
CO?. Pengujian dilakukan dengan variasi salinitas brine NaCl salinitas (3.000,
8.000, 15.000, dan 30.000 ppm NaCl), pH (3–4; 4–6; 6–8) serta respons
elektrokinetik yang direpresentasikan melalui Electric Double Layer (EDL), Zeta
Potential (ZP), dan contact angle (CA). Karakterisasi awal dilakukan
menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) yang menunjukkan dominasi mineral
kalsit sebesar 81,49% sebagai pengendali utama reaktivitas permukaan.
Hasil menunjukkan bahwa dengan pengujian zeta potential dan contact angle
membuktikan bahwa pada tahap awal interaksi (Before Equilibrium), sistem
didominasi oleh respon kinetik cepat berupa kompresi EDL dan fluktuasi muatan
antarmuka akibat adsorpsi ion sesaat. Pasca-kesetimbangan (after equilibrium),
sistem mencapai re-equilibrasi termodinamika yang stabil. Kondisi ini ditandai
oleh nilai zeta potential yang lebih negatif (mencapai -18,3 mV hingga -23,7 mV
pada salinitas rendah) serta peningkatan contact angle akibat reorganisasi struktur
water film pada permukaan pori. Transisi ini membuktikan bahwa wettability
batuan caprock tidak bersifat statis, melainkan berubah terhadap waktu (timedependent).
Maka variasi salinitas dan pH terbukti mengontrol kompresi serta reorganisasi EDL yang menjadi parameter dalam memprediksi efisiensi
penyekatan kapiler (capillary sealing) serta menjamin keamanan penahanan
migrasi CO? jangka panjang di dalam formasi geologi.
Perpustakaan Digital ITB