ABSTRAK Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Audina Kinnara
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Perkembangan dan ekspansi ruang terbangun di Kota Bandung terjadi secara pesat,
khususnya ke arah selatan yang sebelumnya didominasi oleh lahan sawah. Sebagai
upaya perlindungan sawah, pemerintah pusat menetapkan area lahan sawah
dilindungi melalui Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 dan pemerintah daerah
mengatur arahan pemanfaatan ruang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW). Perbedaan luasan LSD (673,31 ha) dengan kawasan pertanian (233 ha)
dan KP2B (54 ha) di Kota Bandung menunjukkan adanya diskrepansi yang
berpotensi menimbulkan realisasi kebijakan dengan kondisi aktual di lapangan
sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kesesuaian
penetapan Lahan Sawah Dilindungi terhadap RTRW Kota Bandung.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial
melalui teknik overlay (union) antara peta LSD, peta pola ruang RTRW Kota
Bandung Tahun 2022–2042, dan peta Kawasan Pertanian/KP2B. Selanjutnya
dilakukan interpretasi citra satelit resolusi tinggi untuk mengidentifikasi kondisi
pemanfaatan ruang faktual. Hasil analisis kemudian diklasifikasikan ke dalam
tipologi kesesuaian berdasarkan kombinasi status LSD, arahan RTRW, dan kondisi
eksisting sebagai dasar evaluasi kebijakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran LSD di Kota Bandung masih
terkonsentrasi pada wilayah timur dan selatan kota yang memiliki karakteristik
kawasan pertanian. Berdasarkan hasil overlay diperoleh dua belas tipologi
kesesuaian dan ketidaksesuaian yang menggambarkan berbagai bentuk hubungan
antara kebijakan perlindungan LSD, penataan ruang, serta kondisi faktual di
lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksesuaian yang
dominan bukan hanya disebabkan oleh alih fungsi lahan, tetapi juga oleh belum
optimalnya sinkronisasi antara penetapan LSD dengan arahan pola ruang RTRW.
Perpustakaan Digital ITB