digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Afif Shadiq Alia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Koridor Bandung-Ciwidey merupakan jalur kereta api nonaktif yang berpotensi di reaktivasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap moda jalan raya, yang saat ini menanggung LHR 24.988 kendaraan. Tugas akhir ini bertujuan melakukan analisis permintaan dengan PTV Visum, perancangan teknis dan operasional, serta analisis kelayakan ekonomi dan finansial reaktivasi jalur KA Bandung-Ciwidey. Hasil pemodelan menghasilkan proyeksi permintaan sebesar 3.830 penumpang/hari pada 2031 hingga 7.700 penumpang/hari pada 2076. Perancangan teknis menghasilkan trase sepanjang 40,498 km pada jalan rel kelas V dengan kecepatan rencana 35, 60, 70, dan 80 km/jam, sementara perencanaan operasional menetapkan headway 120 menit dengan 14 perjalanan per hari melalui 11 stasiun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa secara ekonomi proyek dinyatakan layak dengan EIRR sebesar 14,78%, NPV Rp7,16 triliun, dan BCR 1,780, yang didorong oleh manfaat penghematan nilai waktu dan biaya operasional kendaraan. Sebaliknya, secara finansial proyek tidak layak tanpa subsidi karena pendapatan tiket tidak mampu menutup biaya pengadaan dan operasional, sehingga dibutuhkan subsidi per tiket sebesar Rp168.184,09 untuk mencapai nilai MARR sebesar 11,16% yang diinginkan. Hasil ini menegaskan bahwa kelayakan reaktivasi jalur KA Bandung-Ciwidey bergantung pada dukungan kebijakan subsidi pemerintah meskipun manfaat ekonominya signifikan bagi masyarakat.