digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Wax deposition pada pipeline offshore dapat meningkatkan hambatan aliran dan risiko gangguan produksi, terutama pada sistem dengan laju alir rendah dan temperatur fluida di bawah Wax Appearance Temperature (WAT). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas hot water flushing pada tiga segmen pipeline, yaitu YVOB–YVOA, FARC–FARB, dan FARA–ZELC, serta menentukan skenario operasi yang aman untuk meningkatkan kinerja aliran dan menurunkan risiko akumulasi wax. Evaluasi dilakukan dengan mengintegrasikan data operasi aktual dan hasil simulasi hidraulik menggunakan perangkat lunak OLGA. Kondisi awal dan skenario flushing dianalisis berdasarkan laju alir, liquid velocity, profil tekanan dan temperatur, pola aliran, konfigurasi flowpath, serta margin tekanan terhadap Maximum Allowable Operating Pressure (MAOP). Hasil simulasi menunjukkan bahwa ketiga pipeline memiliki liquid velocity awal sekitar 0,06–0,39 ft/s dengan respons hidraulik yang berbeda akibat variasi diameter, panjang, dan konfigurasi jalur. Pada YVOB–YVOA, skenario 10.226 barrels of fluid per day (BFPD) menghasilkan liquid velocity sekitar 0,90 ft/s dan tetap berada dalam batas tekanan operasi. Pada FARA–ZELC, skenario 6.696 BFPD menghasilkan liquid velocity sekitar 0,60 ft/s dan dinilai layak secara hidraulik. Sebaliknya, skenario 7.182 BFPD pada FARC–FARB melampaui MAOP, sehingga skenario yang layak dibatasi pada 2.285 BFPD dengan liquid velocity sekitar 0,75 ft/s. Data aktual selama flushing menunjukkan perbaikan respons aliran, tetapi temperatur downstream pada beberapa pipeline masih berada di bawah WAT. Karena penelitian ini tidak menghitung ketebalan deposit wax secara langsung, efektivitas flushing diinterpretasikan sebagai peningkatan hydraulic sweep dan penurunan risiko akumulasi wax, bukan sebagai bukti kondisi bebas wax. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa laju alir hot water flushing perlu ditentukan secara spesifik untuk setiap pipeline berdasarkan karakteristik hidraulik, peningkatan liquid velocity, konfigurasi flowpath, kondisi termal, dan margin tekanan terhadap MAOP, bukan hanya berdasarkan kapasitas maksimum pompa.