Dengan kondisi bisnis pertambangan saat ini yang sangat dipengaruhi oleh harga komoditi logam yang tidak stabil, termasuk logam tembaga dan emas, persaingan dengan perusahaan lain dengan industri yang sama menuntut proses produksi menjadi lebih efektif untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Mempertahankan proses produksi yang tepat dan memiliki sistem pengukuran kinerja yang tepat sangat kritikal. Sehingga indikator kinerja utama harus dievaluasi dan dibuat untuk membantu mengawasi kinerja di departemen metalurgi, untuk membantu mencapai target produksi.
Indikator kinerja utama yang ada saat ini, sudah memberikan bantuan kepada team teknis atau metallurgist sebagai alat untuk mengawasi beberapa parameter proses setiap harinya. Tetapi, ada keinginan untuk membuat suatu alat yang lebih baik lagi untuk melihat indikator kinerja dan meningkatkan produktifitas, mempunyai tampilan yang mudah dilihat tapi bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah secara cepat, mempunyai indikator kinerja yang spesifik untuk setiap tingkatan tanggung jawab, dan mudah digunakan untuk mengawasi proses serta bisa membantu mencapai target produksi. Untuk menemukan dan memilih indikator kinerja yang tepat dan dibutuhkan oleh departemen metalurgi, kerangka kerja dibuat dan di adaptasi dari performance measurement framework dari total quality management. Kerangka kerja ini dipilih karena kemampuannya untuk lebih fokus ke peningkatan proses internal business. Critical success factor digunakan sebagai dasar untuk memilih semua parameter yang akan digunakan untuk indikator kinerja utama metalurgi. Critical success factor tersebut bisa diidentifikasi berdasarkan misi dan strategi bisnis dari departemen metalurgi. Digabungkan dengan teori pengolahan mineral untuk memastikan dan memilih parameter yang tepat yang akan digunakan untuk indikator kinerja utama departemen metalurgi.
Diskusi dilakukan dengan metallurgist untuk memilih parameter yang tepat yang akan digunakan untuk indikator kinerja utama metalurgi, parameter tersebut dipilih berdasarkan pengaruhnya terhadap critical success factor dari departemen metalurgi, yaitu memaksimalkan pendapatan dari bijih yang diolah dan mengoptimasi penggunaan barang-barang consumables. Tampilan dari indikator kinerja utama metalurgi akan terdiri dari 3 tingkatan berdasarkan tanggung jawab. Level A akan menunjukkan performa produksi secara keseluruhan. Level B menunjukan data yang lengkap mengenai parameter proses dari setiap concentrator. Dan Level C yang menunjukan tracking variable untuk setiap proses comminution dan flotation dari setiap concentrator. Data yang dibutuhkan untuk indikator kinerja utama metalurgi diambil dari sistem plant information dan dari laporan metallurgical balance. Arus informasi dan data dari pabrik atau concentrator, termasuk kejadiaan downtime, produksi dan data kualitas dikumpulkan dan nantinya diproses untuk digunakan di dalam tampilan indikator kinerja.
Tampilan indikator kinerja akan dibuat sebagai aplikasi web dan akan tersedia di internal web PTFI Concentrating. Indikator kinerja ini diharapkan akan digunakan untuk mengawasi kinerja produksi dan meningkatkan produktifitas.
Perpustakaan Digital ITB