abstrak_ Aliyah Shafira [13322101]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Konsumsi energi gedung perkantoran tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan teknis bangunan, tetapi juga oleh perilaku penghuni dan preferensi kenyamanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi kedua faktor tersebut terhadap Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung perkantoran di Jakarta serta membandingkan besarnya pengaruh masing masing faktor. Model gedung perkantoran hipotetis bertingkat menengah dikembangkan menggunakan Rhinoceros, Grasshopper, dan Honeybee. Keberadaan dan perpindahan penghuni dimodelkan menggunakan NetLogo, sedangkan simulasi pencahayaan alami dan energi tahunan dilakukan menggunakan Radiance dan EnergyPlus. Enam skenario disusun dari kombinasi tiga kategori perilaku, yaitu Hemat, Standar, dan Boros, dengan dua tingkat preferensi kenyamanan, yaitu Rendah dan Tinggi.
Hasil simulasi menunjukkan nilai IKE sebesar 111,08 sampai 184,16 kWh/m²/tahun. Selisih IKE antara preferensi Rendah dan Tinggi meningkat dari 22,50 kWh/m²/tahun pada perilaku Hemat menjadi 34,49 kWh/m²/tahun pada Standar dan 36,89 kWh/m²/tahun pada Boros. Pada perbandingan skenario Standar dan Boros, perubahan preferensi meningkatkan IKE rata rata sebesar 35,69 kWh/m²/tahun, sekitar tiga kali perubahan akibat perilaku sebesar 11,84 kWh/m²/tahun. Namun, besarnya pengaruh perilaku bergantung pada mekanisme yang diterapkan. Pengurangan penggunaan peralatan listrik sebesar 30% hanya mengubah IKE kurang dari 1 kWh/m²/tahun, sedangkan pengoperasian pencahayaan yang responsif terhadap cahaya alami menurunkan IKE pencahayaan sekitar 83 sampai 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa preferensi kenyamanan memberikan perubahan IKE yang lebih besar pada kondisi yang dibandingkan, sementara mekanisme perilaku tetap menentukan potensi penghematan energi.
Perpustakaan Digital ITB