MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
MEGA WIJAYANTI KUSUMADEWI
EMBARGO  2029-07-27 
EMBARGO  2029-07-27 
Metil paraben merupakan salah satu pengawet yang banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik. Penggunaannya dalam kadar berlebih dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan sistem endokrin yang dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berpotensi menyebabkan kanker. Badan Pengawas Obat dan Makanan menetapkan jumlah maksimum metil paraben pada produk kosmetik yaitu sebesar 0,4% apabila digunakan sebagai pengawet tunggal, dan 0,8% apabila digunakan bersama dengan pengawet lain. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang sensitif untuk menentukan kadar metil paraben dalam berbagai produk kosmetik agar sesuai dengan batas aman yang sudah ditetapkan. Pada penelitian ini dikembangkan sensor elektrokimia berbasis elektroda pasta karbon (EPK) yang dimodifikasi dengan komposit multi-walled carbon nanotube–kitosan/nanopartikel emas (MWCNT-CS/AuNPs) untuk deteksi metil paraben. Modifikasi elektroda dilakukan melalui metode drop-casting suspensi MWCNT-CS pada permukaan EPK yang dilanjutkan dengan elektrodeposisi AuNPs. Karakterisasi material dilakukan menggunakan FTIR, SEM, dan EDS, untuk mengkonfirmasi keberhasilan pembentukan lapisan MWCNT-CS/AuNPs pada permukaan elektroda. Karakterisasi elektrokimia menggunakan voltametri siklik (CV) menunjukkan bahwa modifikasi elektroda meningkatkan luas permukaan elektroaktif hingga 18,27 mm², yaitu sekitar 2,9 kali lebih besar dibandingkan EPK tanpa modifikasi. Kondisi optimum deteksi metil paraben diperoleh pada konsentrasi suspensi MWCNT dalam kitosan 0,5% sebesar 2,5 mg/mL, potensial deposisi AuNPs ?0,3 V selama 300 detik, dalam larutan PBS pH 7. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan teknik linear sweep voltammetry (LSV) pada rentang potensial 400–1200 mV dengan laju pindai 100 mV/s. EPK/MWCNT-CS/AuNPs menunjukkan respons elektrokimia yang baik terhadap oksidasi metil paraben dengan tiga rentang linear, yaitu 1–10, 10–100, dan 100– 1000 µM, dengan batas deteksi (LOD) sebesar 0,506 µM dan batas kuantifikasi (LOQ) sebesar 1,688 µM. Hasil analisis laju pindai menunjukkan bahwa proses oksidasi metil paraben pada permukaan elektroda termodifikasi MWCNT- CS/AuNPs dikendalikan oleh proses difusi. Elektroda juga menunjukkan repeatability dan reproducibility yang baik dengan nilai %RSD masing-masing sebesar 4,47% (40 kali pengulangan) dan 1,97% (10 elektroda), yang lebih rendah
dibandingkan %RSD Horwitz sebesar 8,34%. Selain itu, sensor memiliki stabilitas yang baik dengan mempertahankan 87,93% kinerja awal setelah penyimpanan selama 20 hari. Uji interferensi terhadap asam askorbat (AA), hidrokuinon (HQ), dan butylated hydroxyanisole (BHA) pada perbandingan konsentrasi 1:1 hingga 1:100 menunjukkan bahwa keberadaan senyawa pengganggu tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respons arus, dengan sebagian besar respons tetap berada di atas 90%. Analisis pada sampel kosmetik berupa toner dan krim menunjukkan bahwa hasil penentuan metil paraben menggunakan EPK/MWCNT- CS/AuNPs secara voltammetri tidak berbeda signifikan dengan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan hasil uji-t, serta memberikan nilai perolehan kembali (recovery) sebesar 98,67–104,80%. Kadar metil paraben yang diperoleh pada sampel toner dan krim masing-masing sebesar 0,1504% dan 0,4354%. Kadar pada sampel toner berada di bawah batas maksimum BPOM sebesar 0,4%, sedangkan kadar pada sampel krim masih berada di bawah batas maksimum 0,8% apabila digunakan bersama pengawet lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa EPK/MWCNT-CS/AuNPs berpotensi sebagai sensor elektrokimia yang sensitif, akurat, presisi, selektif, dan stabil untuk deteksi metil paraben, sehingga dapat diterapkan dalam pemantauan keamanan produk kosmetik.
Perpustakaan Digital ITB