Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kekerasan seksual terhadap
perempuan dan praktik victim-blaming yang tercermin dalam kisah Medusa, yang
dalam pembacaan populer direinterpretasi sebagai korban kekerasan seksual yang
dihukum tidak adil. Fashion dalam konteks ini diposisikan sebagai media
komunikasi sosial dan fashion activism. Penelitian bertujuan mereinterpretasi kisah
Medusa sebagai narasi trauma dan transformasi korban melalui eksplorasi tekstural
denim dengan teknik bleaching dalam koleksi fashion kontemporer, serta
merumuskan tiga rancangan busana yang merepresentasikan fase sebelum
kekerasan, saat kekerasan terjadi, dan pascatrauma ketika korban “membatu”.
Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan praktik perancangan.
Data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi lapangan terkait
material denim, teknik bleaching, dan tren bleached denim. Denim dipilih karena
kekuatan material dan asosiasinya dengan ketangguhan, sementara kombinasi
denim hitam dan undyed serta variasi bleaching dan post-bleaching digunakan
untuk menciptakan tekstur yang memetaforakan petrifikasi, luka, dan pembekuan
emosi. Hasilnya berupa tiga rancangan busana sekuensial yang membentuk narasi
visual proses trauma, sekaligus berkontribusi pada pengembangan kajian fashion
sebagai medium naratif dan fashion activism terkait kekerasan seksual
Perpustakaan Digital ITB