digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan praktik victim-blaming yang tercermin dalam kisah Medusa, yang dalam pembacaan populer direinterpretasi sebagai korban kekerasan seksual yang dihukum tidak adil. Fashion dalam konteks ini diposisikan sebagai media komunikasi sosial dan fashion activism. Penelitian bertujuan mereinterpretasi kisah Medusa sebagai narasi trauma dan transformasi korban melalui eksplorasi tekstural denim dengan teknik bleaching dalam koleksi fashion kontemporer, serta merumuskan tiga rancangan busana yang merepresentasikan fase sebelum kekerasan, saat kekerasan terjadi, dan pascatrauma ketika korban “membatu”. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan praktik perancangan. Data diperoleh melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi lapangan terkait material denim, teknik bleaching, dan tren bleached denim. Denim dipilih karena kekuatan material dan asosiasinya dengan ketangguhan, sementara kombinasi denim hitam dan undyed serta variasi bleaching dan post-bleaching digunakan untuk menciptakan tekstur yang memetaforakan petrifikasi, luka, dan pembekuan emosi. Hasilnya berupa tiga rancangan busana sekuensial yang membentuk narasi visual proses trauma, sekaligus berkontribusi pada pengembangan kajian fashion sebagai medium naratif dan fashion activism terkait kekerasan seksual