digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Manusia selalu mengalami proses pencarian dan pengakuan atas identitas dirinya, dan pada karya ini perjuangan itu direfleksikan melalui kisah Joan of Arc, seorang perempuan yang menyuarakan keyakinannya di tengah struktur sosial patriarkal pada abad ke-15. Penelitian ini bertujuan menghasilkan eksplorasi alternatif patinasi sulfur pada wearable art (perhiasan) dengan material logam non-ferrous, khususnya kuningan, yang memvisualisasikan perjalanan identitas Joan of Arc, serta merancang produk perhiasan dari hasil eksplorasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur (jurnal, buku, dan kajian teoritis), dilanjutkan dengan proses perancangan meliputi pemilihan topik, riset referensi, eksplorasi visual dan material, hingga eksekusi karya. Material kuningan dipilih karena sifatnya yang mudah dibentuk, ditempa, dan diolah melalui teknik chasing, joinery, serta patinasi sulfur. Hasil perancangan menghasilkan tiga seri karya perhiasan berjudul In Nomine, yaitu The Calling, The Trial, dan The Fire, yang masing-masing merepresentasikan tahapan menerima panggilan, menghadapi tekanan, dan mengalami transformasi diri. Perbedaan warna, tekstur, dan bentuk pada tiap seri—dari warna alami kuningan, hasil patinasi gelap, hingga tekstur organik dari peleburan—menjadi metafora visual atas perubahan identitas yang terus dibentuk oleh pengalaman. Karya turut disajikan melalui instalasi bertema altar dengan fotografi konseptual dan elemen simbolik untuk memperkuat pengalaman kontemplatif pengunjung. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuningan dan patinasi sulfur mampu menjadi medium naratif yang menghubungkan eksplorasi material dengan refleksi mengenai identitas, keyakinan, dan keberanian menemukan suara diri.