Manusia selalu mengalami proses pencarian dan pengakuan atas identitas dirinya, dan
pada karya ini perjuangan itu direfleksikan melalui kisah Joan of Arc, seorang
perempuan yang menyuarakan keyakinannya di tengah struktur sosial patriarkal pada
abad ke-15. Penelitian ini bertujuan menghasilkan eksplorasi alternatif patinasi sulfur
pada wearable art (perhiasan) dengan material logam non-ferrous, khususnya
kuningan, yang memvisualisasikan perjalanan identitas Joan of Arc, serta merancang
produk perhiasan dari hasil eksplorasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan
bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur (jurnal,
buku, dan kajian teoritis), dilanjutkan dengan proses perancangan meliputi pemilihan
topik, riset referensi, eksplorasi visual dan material, hingga eksekusi karya. Material
kuningan dipilih karena sifatnya yang mudah dibentuk, ditempa, dan diolah melalui
teknik chasing, joinery, serta patinasi sulfur. Hasil perancangan menghasilkan tiga seri
karya perhiasan berjudul In Nomine, yaitu The Calling, The Trial, dan The Fire, yang
masing-masing merepresentasikan tahapan menerima panggilan, menghadapi tekanan,
dan mengalami transformasi diri. Perbedaan warna, tekstur, dan bentuk pada tiap
seri—dari warna alami kuningan, hasil patinasi gelap, hingga tekstur organik dari
peleburan—menjadi metafora visual atas perubahan identitas yang terus dibentuk oleh
pengalaman. Karya turut disajikan melalui instalasi bertema altar dengan fotografi
konseptual dan elemen simbolik untuk memperkuat pengalaman kontemplatif
pengunjung. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuningan dan patinasi sulfur mampu
menjadi medium naratif yang menghubungkan eksplorasi material dengan refleksi
mengenai identitas, keyakinan, dan keberanian menemukan suara diri.
Perpustakaan Digital ITB