Abstrak - Seannali Budi Adikoputri
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di masyarakat dalam
berbagai bentuk produk. Salah satunya adalah teh kombucha yang banyak diminati
masyarakat karena dianggap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Saat ini
komersialisasi teh kombucha masih terkendala akibat kestabilan produk yang rendah,
masa simpan yang terbatas, dan risiko kontaminasi. Metode spray drying menjadi salah
satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Namun, tantangan utama metode ini adalah
memastikan viabilitas probiotik teh kombucha terjaga selama bahan mengalami
pemrosesan termal. Oleh karena itu, diperlukan bahan tambahan carrier agent (penyalut)
untuk melindungi bakteri probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kombinasi jenis carrier agent gom arabik dan maltodekstrin (0:1; 0,2:0,8; 0,4:0,6;
0,5:0,5; 0,6:0,4; 0,8:0,2; 1:0 b/b) terhadap properti dan kualitas bubuk kombucha instan,
khususnya viabilitas (ketahanan) probiotik dan daya larut (solubilitas). Rasio carrier
agent adalah 1:1 (b/b) terhadap padatan teh kombucha. Kondisi spray dry yang digunakan
konstan pada temperatur udara masuk 120°C dan laju alir umpan 400 ml/jam. Viabilitas
probiotik diukur berdasarkan kemampuan bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.)
membentuk koloni yang diukur dengan metode Total Plate Count (TPC). Perolehan
produk dan kadar air diukur untuk meninjau pengaruh dari proses pengeringan. pH dan
warna dari larutan umpan dan hasil rekonstitusi produk diukur untuk meninjau perubahan
kualitas sensori produk. Peningkatan konsentrasi maltodekstrin dalam campuran bahan
penyalut berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap viabilitas probiotik, daya larut,
perolehan, pH, dan warna, tetapi tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) pada kadar air.
Peningkatan konsentrasi maltodekstrin menyebabkan penurunan viabilitas probioitik,
namun meningkatkan daya larut bubuk.
Perpustakaan Digital ITB