digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Di era modern, digitalisasi melahirkan berbagai ekspresi visual baru seperti gaya Cyberpunk yang marak menginspirasi tren techwear dan helmetwear. Fenomena global ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seni tradisi untuk tetap relevan. Penelitian ini bertujuan menjembatani jurang antara tradisi dan teknologi melalui eksplorasi desain artwear helmetwear bergaya Cyberpunk yang mengadaptasi kekayaan filosofis ragam hias Minangkabau berbasis 3D printing. Melalui metode riset visual, pemodelan digital, dan eksperimen material, proses kreatif ini menganalisis karakteristik estetika brand seperti Machine56, Kremlin Clothing, dan Fabric of the Universe untuk disandingkan dengan motif tradisional seperti pucuak rabuang, itik pulang patang, dan kaluak paku. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa karakter dinamis Cyberpunk yang menekankan repetisi, asimetri, dan kontras material dapat berpadu harmonis dengan makna simbolik motif Minangkabau melalui sistem modular serta rekayasa tekstur permukaan. Penerapan teknologi 3D printing terbukti berhasil mewujudkan visualisasi baru yang presisi tanpa menghilangkan esensi nilai adatnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada peleburan unik antara subkultur futuristik dan warisan Nusantara, sekaligus memperluas batasan kriya kontemporer di Indonesia sebagai ruang pertemuan yang adaptif antara nilai tradisi dan teknologi modern.