Seiring dengan meningkatnya produksi komoditas pertanian di Indonesia setiap
tahunnya, sehingga dibutuhkan pengoptimalan limbah pertanian menjadi produk
bernilai ekonomi tinggi. Salah satu limbah yang potensial adalah kelobot jagung
(Zea mays). Selama ini, pemanfaatan kelobot jagung masih terbatas pada kerajinan
sederhana dan pembungkus makanan tradisional. Namun, dengan kandungan
selulosa sebesar 33,45%, kelobot jagung memiliki potensi besar untuk
dikembangkan sebagai material tekstil berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi
penggunaan kelobot jagung dalam formulasi bioplastik berbasis gelatin dengan
penambahan pewarna activated charcoal sebagai material utama produk tas.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui serangkaian
eksperimen dan eksplorasi formulasi untuk menghasilkan material yang kuat dan
fleksibel. Eksplorasi dilakukan terhadap variasi ukuran dan jumlah serat kelobot
jagung untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekuatan, ketebalan, dan visual
material. Selain itu, dilakukan juga variasi konsentrasi activated charcoal untuk
menguji pengaruhnya terhadap intensitas warna, tingkat transparansi, kekuatan,
serta durabilitas material. Pengujian performa material dilakukan melalui uji
kekuatan tarik dan uji sudut kontak dengan membandingkan dua sampel, yaitu
sampel tanpa activated charcoal dan sampel dengan activated charcoal. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan activated charcoal terbukti
meningkatkan nilai kekuatan tarik serta meningkatkan sifat hidrofobik material.
Produk akhir dibuat menjadi produk tas untuk menunjukkan potensinya sebagai
produk fungsional. Meskipun masih dibutuhkan eksplorasi lebih lanjut, penelitian
ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan tekstil
berkelanjutan, terutama di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB