digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Seiring dengan meningkatnya produksi komoditas pertanian di Indonesia setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan pengoptimalan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satu limbah yang potensial adalah kelobot jagung (Zea mays). Selama ini, pemanfaatan kelobot jagung masih terbatas pada kerajinan sederhana dan pembungkus makanan tradisional. Namun, dengan kandungan selulosa sebesar 33,45%, kelobot jagung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai material tekstil berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan kelobot jagung dalam formulasi bioplastik berbasis gelatin dengan penambahan pewarna activated charcoal sebagai material utama produk tas. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui serangkaian eksperimen dan eksplorasi formulasi untuk menghasilkan material yang kuat dan fleksibel. Eksplorasi dilakukan terhadap variasi ukuran dan jumlah serat kelobot jagung untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kekuatan, ketebalan, dan visual material. Selain itu, dilakukan juga variasi konsentrasi activated charcoal untuk menguji pengaruhnya terhadap intensitas warna, tingkat transparansi, kekuatan, serta durabilitas material. Pengujian performa material dilakukan melalui uji kekuatan tarik dan uji sudut kontak dengan membandingkan dua sampel, yaitu sampel tanpa activated charcoal dan sampel dengan activated charcoal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan activated charcoal terbukti meningkatkan nilai kekuatan tarik serta meningkatkan sifat hidrofobik material. Produk akhir dibuat menjadi produk tas untuk menunjukkan potensinya sebagai produk fungsional. Meskipun masih dibutuhkan eksplorasi lebih lanjut, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan tekstil berkelanjutan, terutama di Indonesia.