digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Bunga Cintya Aisha
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Bunga Cintya Aisha
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Penerbangan mengepak, yang terinspirasi oleh burung dan serangga, menawarkan keunggulan aerodinamis yang unik. Mekanisme yang terinspirasi dari alam ini telah mendorong pengembangan kendaraan udara mikro (MAV). Meskipun terdapat kemajuan signifikan dalam mereplikasi kinematika sayap, MAV masih jauh dari mencapai aerodinamika kompleks yang diamati di alam, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian tentang interaksi fleksibilitas, kinematika sayap, dan gaya aerodinamis. Skripsi ini berfokus pada produksi gaya angkat dari spesimen sayap mengepak fleksibel dan kaku dengan 2 derajat kebebasan melalui eksperimen di tangki air. Studi ini berfokus pada dua variabel kinematika utama; durasi rotasi, dan waktu rotasi. Selain itu, efek fleksibilitas sayap juga ditekankan. peran ketebalan sti!ener dan sudut rotasi diselidiki untuk lebih memahami interaksi material fleksibel dengan air dan pembangkitan gayanya. Analisis menunjukkan adanya rentang fleksibilitas sayap yang optimal, dimana sayap fleksibel dengan penguat 2 mm menghasilkan koefisien gaya angkat tertinggi. Dalam setiap rangkaian eksperimen, sudut rotasi 75 derajat menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan sudut 45 derajat. Hampir seluruh eksperimen menunjukkan bahwa gaya angkat tertinggi terjadi saat delayed rotation, dengan tren bergeser ke symmetric rotation seiring meningkatnya fleksibilitas sayap. Fleksibilitas juga memperluas rentang kondisi yang menghasilkan gaya angkat tinggi; hal ini berarti sayap fleksibel tidak terlalu sensitif terhadap kinematika rotasi dibandingkan sayap kaku. Selain itu, durasi rotasi juga turut meningkat seiring bertambahnya fleksibilitas, yang mencerminkan efek jeda fase serta interaksi antara fluida dan material fleksibel.