digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Nurul Khikmatul A M [27124060]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Rendahnya retensi memori anak terhadap tata cara salat disebabkan oleh metode konvensional yang kurang interaktif dan tidak sesuai dengan karakteristik kognitif anak fase operasional konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media interaktif komersial Flazzle "Yuk Shalat" berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan retensi memori serta menganalisis hubungan antara pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest- posttest control group design dan delayed test (7 hari). Subjek penelitian terdiri dari 60 siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyyah yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan media Flazzle AR) dan kelompok kontrol (menggunakan buku modul konvensional). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test, Mann-Whitney U, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flazzle AR secara signifikan efektif dalam meningkatkan pemahaman langsung siswa (p= 0,000, p<0,05), dimana pemahaman pada aspek visualisasi gerakan dan bacaan memiliki proporsi yang seimbang. Namun, efektivitasnya dalam mempertahankan retensi memori tidak lebih unggul dibandingkan metode konvensional karena adanya faktor pengulangan aktif melalui program pembiasaan keagamaan di sekolah. Lebih lanjut, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori (r= 0,081, p= 0,675), yang mengindikasikan bahwa aspek kesenangan dan kemudahan dalam desain media tidak cukup untuk menjamin informasi dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Kesimpulannya, media AR efektif untuk pemahaman awal, namun untuk memperkuat retensi memori, desain interaktif perlu mengintegrasikan elemen retrieval practice dan pengulangan terjadwal dalam bentuk fitur notifikasi yang mengingatkan anak mengulang materi, kuis mengingat dengan tingkatan level, integrasi fitur dengan praktik nyata seperti “Praktikkan aku” yang nantinya akan mendorong anak mempelajari kembali materi yang sudah didapatkan. Kontribusi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi antara prinsip pedagogis dan psikologi kognitif dalam perancangan media interaktif berbasis AR untuk anak.