Rendahnya retensi memori anak terhadap tata cara salat disebabkan oleh metode
konvensional yang kurang interaktif dan tidak sesuai dengan karakteristik kognitif
anak fase operasional konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas
media interaktif komersial Flazzle "Yuk Shalat" berbasis Augmented Reality (AR)
dalam meningkatkan retensi memori serta menganalisis hubungan antara
pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori anak. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-
posttest control group design dan delayed test (7 hari). Subjek penelitian terdiri dari
60 siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyyah yang dibagi menjadi kelompok eksperimen
(menggunakan media Flazzle AR) dan kelompok kontrol (menggunakan buku
modul konvensional). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks
Test, Mann-Whitney U, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa media Flazzle AR secara signifikan efektif dalam meningkatkan pemahaman
langsung siswa (p= 0,000, p<0,05), dimana pemahaman pada aspek visualisasi
gerakan dan bacaan memiliki proporsi yang seimbang. Namun, efektivitasnya
dalam mempertahankan retensi memori tidak lebih unggul dibandingkan metode
konvensional karena adanya faktor pengulangan aktif melalui program pembiasaan
keagamaan di sekolah. Lebih lanjut, tidak ditemukan hubungan signifikan antara
pengalaman pengguna (UX) dengan retensi memori (r= 0,081, p= 0,675), yang
mengindikasikan bahwa aspek kesenangan dan kemudahan dalam desain media
tidak cukup untuk menjamin informasi dapat bertahan dalam jangka waktu lama.
Kesimpulannya, media AR efektif untuk pemahaman awal, namun untuk
memperkuat retensi memori, desain interaktif perlu mengintegrasikan elemen
retrieval practice dan pengulangan terjadwal dalam bentuk fitur notifikasi yang
mengingatkan anak mengulang materi, kuis mengingat dengan tingkatan level,
integrasi fitur dengan praktik nyata seperti “Praktikkan aku” yang nantinya akan
mendorong anak mempelajari kembali materi yang sudah didapatkan. Kontribusi
penelitian ini menekankan pentingnya integrasi antara prinsip pedagogis dan
psikologi kognitif dalam perancangan media interaktif berbasis AR untuk anak.
Perpustakaan Digital ITB