Implementasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (HRS) pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta, memerlukan analisis keselamatan untuk memitigasi risiko terkait fluida mudah terbakar bertekanan tinggi di kawasan padat penduduk. Penelitian ini menerapkan kerangka kerja Risk-Based Inspection (RBI) berdasarkan API RP 581 untuk menyusun rencana inspeksi berbasis data pada peralatan kritikal, meliputi perpipaan, booster, nosel, dan sistem penyimpanan komposit Tipe IV.
Metodologi kuantitatif memodelkan Probability of Failure (POF) dengan menerapkan penalti sistem manajemen sebesar 1,313 serta faktor kerusakan yang mencakup: kelelahan mekanis (mechanical fatigue), external chloride SCC, dan mekanisme kerusakan komposit yang disesuaikan untuk silinder non-logam. Secara bersamaan, model Level 2 Consequence of Failure (COF) digunakan untuk memetakan area terdampak, memproyeksikan kerugian finansial, dan mengevaluasi risiko keselamatan pada setiap kegagalan aset.
Analisis mengklasifikasikan perpipaan sebagai risiko yang didorong oleh faktor probabilitas (POF Kategori 4), utamanya akibat faktor kerusakan kelelahan mekanis sebesar 100 . Sebaliknya, peralatan komposit—khususnya skid tabung hidrogen—menunjukkan keandalan yang lebih tinggi (POF Kategori 2). Analisis konsekuensi mengidentifikasi silinder 700 ???????????? sebagai bahaya tertinggi di fasilitas ini, dengan luasan area cedera personel sebesar 390,698 ????² dan proyeksi kerugian finansial sebesar $2.453.825,70 per insiden kegagalan. Akibat konsekuensi yang parah, lima peralatan bertekanan tinggi masuk dalam konsekuensi keselamatan Kategori E, yang menempatkannya pada tingkatan risiko “Menengah-Tinggi” meskipun memiliki POF yang rendah. Untuk menjaga fasilitas tetap berada di bawah ambang batas keselamatan sebesar 3,27×10?4 cedera/tahun, rencana inspeksi yang terukur harus diterapkan. Rencana ini mewajibkan pendekatan minimum “Usually Effective” (Level B) untuk peralatan logam (booster dan nosel) dengan interval 5 tahun, sedangkan silinder komposit Tipe IV memerlukan pengujian khusus Acoustic Emission (AE) setiap 3 tahun.
Perpustakaan Digital ITB