digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keputusan intervensi negara pada BUMN yang mengalami kondisi distress memerlukan proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan terstandar. BUMN memiliki mandat ganda yaitu menjaga keberlanjutan finansial sekaligus mengemban amanat negara/kepentingan publik. Oleh karena itu, penilaian kredit biasa tidak memadai untuk menilai proposal intervensi BUMN. Meskipun analisa mendalam atas proposal intervensi telah ada, belum adanya framework standar berpotensi mengakibatkan inkonsistensi dalam proses assessment. Akibatnya, Keputusan berisiko lebih didorong oleh kondisi genting, financial pressure atau pertimbangan strategis yang kurang dilengkapi langkah pengaman yang memadai. Tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dan design oriented untuk mengembangkan Lean Enterprise Intervention Decision Framework (LEIDF) dan menerapkannya pada kasus PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai ilustrasi kasus ex-post. LEIDF dikembangkan melalui studi literatur, sintesa konsep dan konsultasi dengan DAM Danantara. Landasan teori meliputi bounded rationality, stage-gate decision logic, Financial versus economic viability, execution feasibility, moral hazard, risiko fiskal, SOE governance dan juga kepentingan umum/negara. Konsultasi dengan Danantara digunakan untuk memahami praktek assessment intervensi, ketersediaan data, tata kelola dan pelaksanaan LEIDF secara praktis. Tesis ini mengusulkan LEIDF sebagai framework pengambilan Keputusan berbasis stage-gate, berurutan, berbasis pertanyaan, dan berdasarkan pada bukti. LEIDF terdiri dari 4 gate yaitu Post-Intervention Economic Viability, Execution Feasibility, Intervention Risk Control dan Public Value/State Interest Justification. Ilustrasi penerapan pada kasus PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menunjukkan bahwa LEIDF dapat mengorganisasi assessment atas proposal intervensi secara terstruktur dan operasional, dengan hasil rekomendasi keputusan adalah Conditional Recovery (Penyehatan)