Pertumbuhan pesat peluncuran satelit nano selama dekade terakhir telah meningkatkan
permintaan akan small launch vehicles khusus yang berbiaya rendah. Motor roket padat
menawarkan solusi propulsi yang secara mekanis sederhana dan murah untuk
kendaraan semacam itu. Namun, kontrol lintasan dan sikap tetap menjadi tantangan
kritis, terutama ketika permukaan kontrol aerodinamis menjadi tidak efektif. Thrust
Vector Control (TVC) memberikan solusi dengan memungkinkan kontrol melalui
pengalihan arah vektor gaya dorong propulsi. Meskipun penerapannya sudah luas pada
kendaraan peluncur modern, penelitian eksperimental mengenai sistem TVC,
khususnya untuk propulsi roket padat, masih terbatas di Indonesia.
Penelitian ini menyajikan pengembangan dan karakterisasi eksperimental dari nosel
gimbal dua dimensi yang mampu membelokkan gaya dorong pada sumbu pitch dan
yaw untuk motor roket padat atmosferik skala kecil. Mekanisme gimbal dirancang
sebagai four bar linkage, dibuat purwarupa melalui pencetakan 3D, dan difabrikasi
sebagai produk akhir berbahan stainless steel menggunakan proses Selective Laser
Melting (SLM). Sebuah tempat uji dengan tiga load cell dikembangkan khusus untuk
mengukur gaya dorong aksial dan komponen gaya lateral selama static firing test. Studi
pendahuluan telah dilakukan, yang melibatkan pembuatan dan pengujian motor roket
padat kelas-H menggunakan propelan kalium nitrat–sorbitol (KNSB).
Karakterisasi mekanis menunjukkan defleksi nozel maksimum sebesar 12,47°,
melampaui persyaratan desain minimum 5°, dan menunjukkan keselarasan yang baik
dengan defleksi teoretis yang diprediksi oleh model four bar linkage. Static firing test
menunjukkan bahwa nozel gimbal berhasil mengalihkan arah vektor gaya dorong,
dengan gaya lateral terukur sebesar sekitar 0,35 N pada defleksi 12,47°, berselisih
hanya 2,4% dari prediksi teoretis sebesar 0,362 N. Hasil ini memvalidasi baik desain
mekanis maupun model analitis dari sistem thrust vectoring, sekaligus mengidentifikasi
keterbatasan yang berkaitan dengan karakteristik pembakaran propelan, material liner,
dan keandalan instrumentasi. Hasil studi ini menyediakan data eksperimental untuk
pengembangan sistem stabilisasi aktif dan kontrol tertutup di masa depan untuk roket
atmosferik kecil di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB