Penjadwalan produksi pada sistem job shop memiliki kompleksitas tinggi akibat
variasi produk, perbedaan urutan proses, serta keterbatasan sumber daya.
Kompleksitas ini meningkat ketika terjadi gangguan, seperti penambahan pesanan
prioritas tinggi, sehingga jadwal yang telah disusun tidak lagi sesuai dengan kondisi
aktual. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penjadwalan ulang yang mampu
merespons perubahan secara cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan
mekanisme penjadwalan ulang berbasis Configurable Virtual Workstation (CVWS)
terdesentralisasi pada sistem produksi job shop. Mekanisme yang diusulkan
menggunakan pendekatan heuristik yang mengintegrasikan aturan prioritas
berjenjang dan evaluasi dampak berbasis penalti. Pesanan dengan prioritas lebih
tinggi akan langsung didahulukan. Pada pesanan dengan prioritas yang sama,
sistem mengevaluasi beberapa kandidat penyisipan berdasarkan nilai penalti untuk
memilih alternatif dengan dampak keterlambatan terkecil. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa sistem mampu mendahulukan pesanan prioritas tinggi tanpa
melanggar urutan proses maupun menimbulkan konflik penggunaan mesin. Pada
skenario perbandingan dengan pendekatan First Come First Served (FCFS) dan
FCFS berbasis prioritas, metode yang diusulkan menurunkan total keterlambatan
dari 1,33 jam menjadi 0 jam dibandingkan FCFS serta dari 0,42 jam menjadi 0 jam
dibandingkan FCFS berbasis prioritas. Selain itu, total penalti berhasil diturunkan
dari 39,9 menjadi 0 pada FCFS dan dari 12,6 menjadi 0 pada FCFS berbasis
prioritas. Analisis operasi terdampak menunjukkan bahwa penjadwalan ulang
hanya memengaruhi sebagian operasi sehingga tidak memerlukan penyusunan
ulang seluruh jadwal produksi. Dibandingkan penelitian yang berfokus pada
optimasi global, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih sederhana
melalui pengambilan keputusan lokal tanpa proses iteratif yang kompleks.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi aturan prioritas berjenjang dan
evaluasi dampak berbasis penalti dalam arsitektur desentralisasi berbasis CVWS.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa mekanisme
penjadwalan ulang yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan adaptif
dengan mempertimbangkan prioritas serta dampaknya terhadap jadwal produksi.
Perpustakaan Digital ITB