digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penjadwalan produksi pada sistem job shop memiliki kompleksitas tinggi akibat variasi produk, perbedaan urutan proses, serta keterbatasan sumber daya. Kompleksitas ini meningkat ketika terjadi gangguan, seperti penambahan pesanan prioritas tinggi, sehingga jadwal yang telah disusun tidak lagi sesuai dengan kondisi aktual. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penjadwalan ulang yang mampu merespons perubahan secara cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mekanisme penjadwalan ulang berbasis Configurable Virtual Workstation (CVWS) terdesentralisasi pada sistem produksi job shop. Mekanisme yang diusulkan menggunakan pendekatan heuristik yang mengintegrasikan aturan prioritas berjenjang dan evaluasi dampak berbasis penalti. Pesanan dengan prioritas lebih tinggi akan langsung didahulukan. Pada pesanan dengan prioritas yang sama, sistem mengevaluasi beberapa kandidat penyisipan berdasarkan nilai penalti untuk memilih alternatif dengan dampak keterlambatan terkecil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendahulukan pesanan prioritas tinggi tanpa melanggar urutan proses maupun menimbulkan konflik penggunaan mesin. Pada skenario perbandingan dengan pendekatan First Come First Served (FCFS) dan FCFS berbasis prioritas, metode yang diusulkan menurunkan total keterlambatan dari 1,33 jam menjadi 0 jam dibandingkan FCFS serta dari 0,42 jam menjadi 0 jam dibandingkan FCFS berbasis prioritas. Selain itu, total penalti berhasil diturunkan dari 39,9 menjadi 0 pada FCFS dan dari 12,6 menjadi 0 pada FCFS berbasis prioritas. Analisis operasi terdampak menunjukkan bahwa penjadwalan ulang hanya memengaruhi sebagian operasi sehingga tidak memerlukan penyusunan ulang seluruh jadwal produksi. Dibandingkan penelitian yang berfokus pada optimasi global, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih sederhana melalui pengambilan keputusan lokal tanpa proses iteratif yang kompleks. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi aturan prioritas berjenjang dan evaluasi dampak berbasis penalti dalam arsitektur desentralisasi berbasis CVWS. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa mekanisme penjadwalan ulang yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan adaptif dengan mempertimbangkan prioritas serta dampaknya terhadap jadwal produksi.