digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Motor induksi merupakan penggerak mula yang banyak digunakan di sektor industri industri. Kerusakan mekanis dan elektrikal, seperti batang rotor patah (broken rotor bar ) dan eksentrisitas celah udara ( air gap eccentricity ), merupakan jenis kerusakan yang kerap terjadi dan berpotensi menyebabkan kegagala n fatal pada motor induksi apabila tidak terdeteksi sejak dini. Metode pemantauan kondisi berbasis sinyal arus dan getaran dinilai sebagai pendekatan yang efektif untuk mengidentifikasi kerusakan tersebut tanpa perlu menghentikan operasi mesin. Oleh karena itu p enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas deteksi kerusakan batang rotor dan eksentrisitas motor induksi menggunakan metode Motor Current Signature Analysis (MCSA) dan analisis getaran pada berbagai variasi Penelitian ini dil akukan melalui pendekatan eksperimental menggunakan perangkat Adash VA5Pro sebagai instrumen akuisisi data utama. Pengujian dilakukan pada motor induksi tiga fasa dalam tiga keadaan berbeda, yaitu kondisi baik sebagai acuan, kondisi batang rotor patahpatah, dan kondisi eksentrisitas. Pada setiap kondisi , diterapkan variasi pembebanan mulai dari tanpa beban hingga beban penuh . Hal ini ber berguna untuk menginvestigasi pengaruh variasi pembebanan terhadap kejelasan separasi frekuensi sisi ( sideband ) pada spektrum arus dan harmoni pada spektrum getaran. Data sinyal arus dan getaran yang direkam secara simultan kemudian diolah menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan karakteristik spektrum frekuensi, yang selanjutnya dievaluasi tingkat keparah annya berdasarkan parameter selisih amplitudo sesuai standar diagnostik Adash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MCSA jauh lebih sensitif dari analisis getaran dalam mendeteksi kerusakan kelistrikan sejak tahap dini. Spektrum arus mendeteksi kerusa kan batang rotor melalui penurunan selisih amplitudo menjadi 44,90 dB, serta cacat eksentrisitas statis pada amplitudo -44,23 dB dan -43,37 dB yang melampaui batas bahaya -55 dB dengan eksentrisitas dinamis tetap aman di atas 25 dB. Sebaliknya redaman stru ktural efek orde kedua menghambat analisis getaran sehingga kerusakan batang rotor baru terdeteksi pada beban 100% di frekuensi 27,25 Hz. Akuisisi data lapangan mutlak dilakukan pada pembebanan 75% hingga 100% untuk memperbesar slip agar frekuensi gangguan terpisah jelas dari frekuensi utama utama.