Motor induksi
merupakan penggerak mula yang banyak digunakan di sektor industri industri. Kerusakan mekanis dan elektrikal, seperti batang rotor patah (broken rotor bar ) dan
eksentrisitas celah udara ( air gap eccentricity ), merupakan jenis kerusakan yang kerap terjadi
dan berpotensi menyebabkan kegagala n fatal pada motor induksi apabila tidak terdeteksi sejak
dini. Metode pemantauan kondisi berbasis sinyal arus dan getaran dinilai sebagai pendekatan
yang efektif untuk mengidentifikasi kerusakan tersebut tanpa perlu menghentikan operasi
mesin. Oleh karena itu p enelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas deteksi
kerusakan batang rotor dan eksentrisitas motor induksi menggunakan metode Motor Current
Signature Analysis (MCSA) dan analisis getaran pada berbagai variasi
Penelitian ini
dil akukan melalui pendekatan eksperimental menggunakan perangkat Adash
VA5Pro sebagai instrumen akuisisi data utama. Pengujian dilakukan pada motor induksi tiga
fasa dalam tiga keadaan berbeda, yaitu kondisi baik sebagai acuan, kondisi batang rotor patahpatah, dan kondisi eksentrisitas. Pada setiap kondisi , diterapkan variasi pembebanan mulai dari tanpa
beban hingga beban penuh . Hal ini ber berguna untuk menginvestigasi pengaruh variasi
pembebanan terhadap kejelasan separasi frekuensi sisi ( sideband ) pada spektrum arus dan
harmoni pada spektrum getaran. Data sinyal arus dan getaran yang direkam secara simultan
kemudian diolah menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan
karakteristik spektrum frekuensi, yang selanjutnya dievaluasi tingkat keparah annya
berdasarkan parameter selisih amplitudo sesuai standar diagnostik Adash.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode MCSA jauh lebih sensitif dari analisis getaran
dalam mendeteksi kerusakan kelistrikan sejak tahap dini. Spektrum arus mendeteksi
kerusa kan batang rotor melalui penurunan selisih amplitudo menjadi 44,90 dB, serta cacat
eksentrisitas statis pada amplitudo -44,23 dB dan -43,37 dB yang melampaui batas bahaya -55
dB dengan eksentrisitas dinamis tetap aman di atas 25 dB. Sebaliknya redaman stru ktural efek
orde kedua menghambat analisis getaran sehingga kerusakan batang rotor baru terdeteksi pada
beban 100% di frekuensi 27,25 Hz. Akuisisi data lapangan mutlak dilakukan pada
pembebanan 75% hingga 100% untuk memperbesar slip agar frekuensi gangguan terpisah
jelas dari frekuensi utama utama.
Perpustakaan Digital ITB