Deteksi anomali pada data konsumsi energi listrik merupakan salah satu pendekatan
penting dalam mengidentifikasi pencurian energi pada sistem Advanced Metering
Infrastructure (AMI). Namun, sebagian besar metode Time Series Anomaly
Detection (TSAD) berbasis deep learning memerlukan data berlabel dalam jumlah
besar, sedangkan data pencurian energi listrik relatif sulit diperoleh dan memiliki
distribusi yang tidak seimbang. Metode Contrastive Representation Learning for
Time Series Anomaly Detection (CARLA) menawarkan pendekatan self-supervised
learning yang mampu mempelajari representasi hanya dari data normal. Akan
tetapi, mekanisme anomaly injection pada CARLA masih menggunakan anomali
sintetis tanpa pengetahuan domain sehingga belum sepenuhnya merepresentasikan
karakteristik manipulasi konsumsi energi listrik yang terjadi pada sistem AMI.
Penelitian ini mengusulkan Electricity-aware Anomaly Injection (EAI) sebagai
pengembangan mekanisme anomaly injection berbasis pengetahuan domain
kelistrikan. Metode yang diusulkan mengintegrasikan pola malicious attack pada
smart meter, seperti Flat Reduction Attack, Dynamic Reduction Attack, Selective
Bypass Attack, Average Consumption Attack, Dynamic Average Attack, dan Load
Reordering Attack, ke dalam tahap self-supervised contrastive learning pada
CARLA. Dengan demikian, negative samples yang digunakan selama proses
pembelajaran lebih mendekati karakteristik pencurian energi listrik dibandingkan
anomali sintetis umum. Evaluasi dilakukan melalui dua tahap, yaitu reproduksi
implementasi CARLA menggunakan dataset benchmark MSL dan SMAP, serta
pengujian menggunakan dataset pelanggan PLN.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa implementasi CARLA berhasil
direproduksi dengan performa yang mendekati publikasi asli sehingga layak
dijadikan baseline. Pengujian pada dataset pelanggan PLN dengan skema evaluasi
berskala penuh (27 file latih serta 8 file uji) menunjukkan bahwa Electricity-aware
Anomaly Injection dengan agregasi mean memberikan deteksi level-file terbaik
pada metrik berbasis peringkat, dengan AU-PR 0,9429 dan AU-ROC 0,8667,
sedikit mengungguli injeksi anomali tanpa pengetahuan domain (baseline) yang
mencapai AU-PR 0,9250 dan AU-ROC 0,8000 dengan F1-macro setara (0,8730).
Namun, himpunan uji hanya memuat lima pelanggan anomali, sehingga indikasi
manfaat integrasi pengetahuan domain ini masih perlu divalidasi pada himpunan
uji berlabel yang lebih besar.
Kontribusi utama penelitian ini adalah mengintegrasikan pengetahuan domain
pencurian energi listrik ke dalam mekanisme self-supervised contrastive
representation learning melalui Electricity-aware Anomaly Injection tanpa
mengubah arsitektur inti CARLA. Pendekatan ini menyediakan mekanisme injeksi
anomali berbasis domain yang menghasilkan pretext task lebih menantang dan
membuka peluang pengembangan metode self-supervised anomaly detection yang
lebih adaptif terhadap karakteristik domain aplikasi, dengan catatan bahwa manfaat
deteksinya masih perlu divalidasi pada himpunan uji berlabel yang lebih besar.
Perpustakaan Digital ITB