Metode pemantauan kelistrikan yang andal dan berbiaya rendah diperlukan dalam berbagai jenis penelitian. Namun, peralatan yang tersedia secara komersial bisa jadi mahal, dan sistem yang bergantung pada jaringan berisiko kehilangan data saat koneksi terputus. Penelitian ini menguraikan pengembangan sistem DAQ berbasis embedded system yang portabel dan mampu mengukur parameter kelistrikan DC secara kontinu, dengan fokus pada penyimpanan data lokal yang andal serta pengoperasian jaringan nirkabel yang tangguh.
Penelitian ini telah membangun prototipe sistem DAQ yang menggunakan mikrokontroler NodeMCU-32S, sensor tegangan dan arus INA219, RTC DS1307, layar OLED SH1106, dan kartu MicroSD untuk penyimpanan data lokal; seluruh komponen tersebut dipasang pada perfboard khusus dan satu papan ekspansi tunggal. Penelitian ini juga merancang firmware non-blokir yang memungkinkan akuisisi pengukuran, pemberian stempel waktu (timestamping), pencatatan data, dan komunikasi jaringan dilakukan secara simultan. Selain itu, firmware ini mendukung dua mode logika status jaringan: beroperasi sebagai klien pada jaringan Wi-Fi yang disediakan pengguna, atau sebagai titik akses yang menjalankan pencatatan di latar belakang terlepas dari apakah perangkat memiliki konektivitas internet atau tidak. Prototipe sistem DAQ ini terbukti beroperasi dengan andal selama kurang lebih 12 jam dalam pengujian pengosongan muatan baterai Aluminium-Air secara kontinu. Selain menguji kemampuan pengukuran, penelitian ini mengevaluasi resolusi pengukuran, keandalan transmisi data telemetri dari perangkat, serta kemampuan melakukan transisi jaringan tanpa kehilangan data yang telah dicatat. Untuk menganalisis lebih lanjut data pengosongan hasil eksperimen, penelitian ini menerapkan metode Taguchi Design of Experiments dan melakukan Analisis Varians (ANOVA).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem DAQ ini mampu merekam karakteristik pengosongan muatan dari setiap konfigurasi baterai yang diuji selama kurang lebih 12 jam. Lebih lanjut, data yang tercatat menunjukkan perubahan langkah diskret yang sesuai dengan resolusi tersebut. Analisis menggunakan ANOVA mengindikasikan bahwa faktor utama yang memengaruhi variabilitas respons pengosongan muatan yang diamati adalah jenis elektrolit yang digunakan dalam konfigurasi baterai. Secara khusus, faktor ini menyumbang sekitar 69–70 persen dari total variasi respons pengosongan muatan pada ketiga konfigurasi yang diuji.
Perpustakaan Digital ITB