COVER Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Eduardo Sebastian
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata kapal pesiar (cruise). Sebagai negara kepulauan dengan lokasi yang strategis, Indonesia dapat menjadi titik transit bagi kapal pesiar. Pelabuhan Benoa sebagai salah satu gerbang utama pariwisata internasional, memiliki pertumbuhan kunjungan kapal pesiar yang tinggi. Ukuran kapal pesiar yang dibangun semakin besar seiring meningkatnya pariwisata kapal pesiar. Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan kapal pesiar, dibutuhkan alur pelayaran dan kolam putar yang memadai. Agar dapat melayani seluruh kapal pesiar dengan baik di Pelabuhan Benoa, digunakan kapal pesiar terbesar saat ini sebagai acuan. Kapal Icon of the Seas memiliki draught sebesar 9.25 meter, breadth sebesar 48.467 meter, dan length over all sebesar 364.754 meter. Dari hasil perancangan berdasarkan PIANC, diperoleh desain layout untuk alur pelayaran dengan kedalaman 11.1 meter, lebar 175 meter, lebar tambahan pada tikungan 21 meter, diameter kolam putar 730 meter, dan kemiringan alur 10° dari garis horizontal. Volume pekerjaan pengerukan di Cruise Terminal Pelabuhan Benoa adalah sebesar 4,082,376 m3. Pekerjaan dilakukan menggunakan bantuan 3 unit kapal backhoe dredger dan 3 unit kapal trailing suction hopper dredger (TSHD) dengan durasi total kerja selama 347 hari. Estimasi biaya pekerjaan adalah sebesar Rp 843,404,279,549.99 setara dengan Rp 206,596.42/m3.
Perpustakaan Digital ITB