digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Derwin Rustanly
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Framing merupakan cara media membingkai suatu peristiwa atau kelompok sosial melalui pilihan kata, penekanan, dan perspektif editorial, sehingga membentuk persepsi pembaca terhadap realitas yang diberitakan. Surat kabar berbahasa Belanda pada masa kolonial merepresentasikan framing kolonial terhadap Indonesia yang dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu colonial violence, political surveillance, racial hierarchy, sovereignty/decolonization conflict, dan neutral/ background. Skala korpus yang mencapai 656.997 artikel menjadikan identifikasi framing secara manual kurang memungkinkan secara praktis, sehingga dibutuhkan pendekatan komputasional untuk menganalisis distribusi dan pergeseran framing secara menyeluruh. Identifikasi framing secara komputasional memerlukan data latih berlabel dan model klasifikasi. Pembangunan data latih dalam penelitian ini melibatkan pemodelan topik dengan BERTopic untuk mengidentifikasi topik dominan beserta judul, deskripsi, dan distribusi temporalnya sebagai dasar pemilihan sampel anotasi. Pemodelan topik menghasilkan 15 topik dominan pada rentang 1880–1960, dengan tema administrasi militer kolonial dan dinamika kedaulatan/dekolonisasi sebagai yang paling menonjol. Anotasi dilakukan secara manual oleh dua anotator independen dengan reliabilitas antar-anotator diukur menggunakan koefisien Krippendorff ? untuk membangun gold dataset yang diperkaya guided labelling pada kelas minoritas, serta secara semi-otomatis menggunakan LLM untuk silver dataset, menghasilkan masing-masing 566 dokumen (? = 0,866) dan 4.463 dokumen. Klasifikasi teks dievaluasi menggunakan empat arsitektur model, mulai dari regresi logistik berbasis TF-IDF dan sentence embedding hingga model transformer RobBERT-2023 dengan LoRA, pada tiga skema komposisi data pelatihan. Model terbaik yang diperoleh adalah RobBERT-2023 dengan LoRA pada skema silver pretrain-annotated finetune (macro F1-score 0,816), yang kemudian digunakan untuk memprediksi 656.997 artikel dan menunjukkan pergeseran framing dari dominasi netral ke kekerasan kolonial pada masa Perang Aceh hingga framing kedaulatan menjelang revolusi kemerdekaan, konsisten dengan distribusi temporal pemodelan topik. Identifikasi subtopik menggunakan BERTopic sekunder pada tiap kategori non-netral mengungkap bahwa framing kekerasan terpusat pada liputan Perang Aceh, framing kedaulatan terstruktur di sekitar perundingan diplomatik, dan framing pengawasan politik mencakup penindasan gerakan nasionalis, sementara hierarki rasial tersebar lintas berbagai konteks wacana.