digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mudo Prakoso
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Untuk mendukung pengembangan model konseptual Lapangan Panas Bumi Agni, struktur bawah permukaan memegang peranan penting dalam memahami mekanisme dari sistem panas bumi. Pada awal 2024 (Februari – Maret), jaringan seismik temporer yang terdiri dari 18 stasiun seismik short-period ditempatkan di sekitar Lapangan Panas Bumi Agni selama ~36 hari, dengan jarak antar pasangan stasiun mencapai ~5 km. Studi ini bertujuan untuk mendeliniasi struktur bawah permukaan dari Lapangan Panas Bumi Agni berdasarkan model kecepatan gelombang geser (????????). Pada studi ini, Empirical Green’s Function (EGF) diperoleh melalui proses koherensi silang rekaman seismik komponen vertikal dari setiap pasangan stasiun. Kurva dispersi dari gelombang Rayleigh kemudian diekstraksi dari setiap EGF menggunakan Continuous Wavelet Transform (CWT). Model ???????? di Lapangan Panas Bumi Agni diperoleh melalui inversi kurva dispersi pada rentang periode 0.1 – 2.0 s. Secara umum, model ???????? menunjukkan anomali kecepatan rendah pada kedalaman dangkal, yang mengindikasikan batuan penudung dari sistem panas bumi. Sedangkan, pada kedalaman lebih dalam, kecepatan cenderung mengalami peningkatan. Namun, di bagian tenggara, anomali kecepatan rendah tetap teramati hingga kedalaman yang lebih dalam, yang mengindikasikan keberadaan reservoar yang permeabel. Berdasarkan kontras anomali kecepatan, reservoar ini tampak dibatasi oleh struktur patahan dominan. Selain itu, anomali kecepatan tinggi di timur laut Kawah C mengindikasikan keberadaan intrusi magmatik. Dengan demikian, model ???????? yang dihasilkan dari studi ambient noise tomography mampu menggambarkan elemen utama dari sistem panas bumi, termasuk batuan penudung, intrusi, struktur patahan, dan reservoar.