digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Faryl Rashne Aydin
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Tanah terkontaminasi minyak bumi (petroleum-contaminated soil/PCS) mengandung kontaminan hidrokarbon yang memerlukan penanganan efektif. Penelitian ini mengkaji co-pyrolysis PCS dengan serbuk gergaji (sawdust/SD) dan sekam padi (rice husk/RH) menggunakan horizontal fixed-bed reactor untuk reduksi hidrokarbon dan perolehan produk. Pengaruh jenis biomassa, rasio pencampuran, dan temperatur terhadap distribusi produk, komposisi bio-oil dan gas, perilaku sinergis, serta perubahan gugus fungsi hidrokarbon pada residu padat dianalisis pada 500 dan 600 °C dengan kandungan biomassa 50 dan 75 wt%. Peningkatan fraksi biomassa secara umum meningkatkan hasil cairan dan menurunkan hasil char dibandingkan PCS tanpa biomassa. SD umumnya menghasilkan hasil cairan lebih tinggi dan bio-oil yang kaya senyawa fenolik, sedangkan RH menunjukkan respons yang lebih non-linear. Sinergi positif terbesar pada produksi cairan diperoleh pada 75 wt% RH pada 600 °C, dengan deviasi +11,57 percentage points terhadap hasil teoritis. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa penambahan biomassa menurunkan kontribusi relatif hidrokarbon dan meningkatkan senyawa teroksigenasi dalam bio-oil. Analisis FTIR menunjukkan pelemahan pita C–H alifatik pada sekitar 2917 dan 2849 cm?¹, dengan penurunan luas daerah 3000–2800 cm?¹ sebesar 89–94% relatif terhadap PCS sebelum pirolisis. Namun, hasil FTIR menunjukkan perubahan relatif gugus fungsi hidrokarbon dan bukan penghilangan hidrokarbon secara kuantitatif. Secara keseluruhan, kinerja co-pyrolysis dipengaruhi oleh jenis biomassa, rasio pencampuran, dan temperatur, dengan 75 wt% RH pada 600 °C menunjukkan sinergi positif terbesar terhadap produksi cairan.